Fatin Memilih Setia Untuk Pantang Golput

Sebentar lagi mau pemilu. Dah kerasa di kawasan rumah udah mulai siap-siap. Mulai bagiin surat pemilih hingga petugas satpol copotin atribut kampanya yang bertebaran warna warni sepanjang jalan. Terus iseng-iseng setelah nonton perform Princess Fatin di Panasonic Awards 2014 semalem, browsing kata kunci Fatin dan Pemilu. Adakah celotehnya tentang pemilu? Tings tiba tiba muncul sebuah tulisan yang dirilis oleh http://www.rmolsumsel.com, Senin, 10 Maret 2014: “Fatin tolak jadi Golput” Wow. Putri sebelia “Dia Dia Dia” ternyata tetep uptodate tentang perkembangan sekitarnya. Sebuah keperdulian yang perlu diapresiasi. “Generasi muda sekarang banyak teman yang pilih untuk golput. Padahal, untuk merubah pemimpin yang sekarang jangan golput. Saya akan pilih yang punya kerja nyata, jadi jangan golput. Sekarang lagi buat lagu agar jangan golput”, demikian celotehnya.

fatinmerah

Baca Beritanya …

Tulisan ini bukan cerita tentang ajakan memilih warna partai dalam pemilu, atau pemilu itu sendiri. Tulisan ini juga bukan untuk pemenangan Dedek Fatin untuk menjadi anggota legislatif atau Ratu Keluarga Fatinistic. Karena saat inipun ia sudah menjadi ratunya. Ini hanya sebuah tulisan apresiasi, betapa seorang Fatin Shidqia memberikan sebuah sikap bijak dan tegas untuk positioning dirinya dalam perkembangan lingkungan yang kita tidak bisa lari darinya. Butuh kepedulian. Karena kita bagian dari lingkungan itu. Sebuah pribadi, keluarga, masyarakat dan sebuah bangsa yang besar yang bernama INDONESIA TERCINTA.

Ibarat sebuah gelas yang berisi air. Adalah pilihan kita, bagian mana yang kita lihat. Bagian air yang mengisi atau udara yang kosong sisa ruangnya. Pribadi yang bijak akan melihat isi airnya. Tentang apa yang bisa kita berikan pada sebuah event yang akan kita lewati. Untuk kita beri warna pilihan kita dan membuatnya semakin indah. Atau sebuah rasa pesimis yang selalu menggelapkan hati. Yang selalu berisi ratapan akan kegelapan karena tidak selalu sesuai harapan. Walaupun sebenarnya kita tau bahwa ratapan akan kegelapan tidak akan pernah membuatnya jadi benderang.

Jangan pernah meratapi kegelapan. Nyalahkan saja sebuah lilin inspirasi positif. Dan sebuah sikap dan tindakan yang nyata walau sederhana. Minimal ia menerangi jalan yang akan kita ambil menuju cita cinta dan sesuatu yang sangat kita cinta di masa depan. Memiliki pilhan jelas lebih terhormat dari orang yang tidak memiliki pilihan. Menulis kisah cerita kehidupan kita sendiri jelas lebih keren dibandingkan kita membiarkan alur kehidupan kita dituliskan oleh orang lain. Menjadi sekedar figuran. Ah jadi ingat Fatin jadi cameo film 99 Cahaya di langit Erofa part 1 yang luar biasa, yang tidak adalagi Dedek Fatin di part 2.

Kemampuan kita memilih atau bahasa Steven R Covey nya proaktif, merupakan anugrah terbesar dari Tuhan dibandingkan kita menjadi reaktif sebagai korban lingkungan. Itu sepertujuh dari 7 kebiasaan efektif yang saat ini sudah menjadi delapan. Bahkan salah satu ciri ciri seorang yang bahagia ia punya banyak pilihan dalam perjalanan waktunya. Dedek Fatin memilih untuk ikut XFI dibandingkan menjadi penonton. Ia memilih untuk fight bertarung dibandingkan dengan rasa malu dan minder akan kemampuan olah vokalnya saat itu. Ia memilih untuk belajar keras setiap minggu dibandingkan memikirkan kehebatan pesert lain. Ia memilih untuk tegar dan “switch the gear” dengan cepat ketika lupa lirik dibandingkan mengikuti rasa malu. Ia memilih untuk menyerahkan hasilnya pada Tuhan dibandingkan jumawa seolah telah menajdi juara. Ia memilih tetap menjadi pribadi bersahaja sebagai penyanyi dengan banyak teman dibandingkan menjadi artis sosialita. Ia memilih Fatinistic bukan sekedar fans tapi keluarga. Dan hari ini seorang sosok dara manis Fatin Shidqia untuk menjadi pemilih Pemilu nanti dibandingkan menjadi Golput Gajebo (Ga Jelas Banget Bo!).

Menjadi penyanyi merupakan pilihan Dedek Fatin yang tidak ringan. Ia pekerjaan memberikan cinta yang hanya bisa dipikul oleh pribadi yang kuat. Selalu tersenyum tanpa orang tahu baha ia harus membagi cintanya dengan semua kebutuhan jiwa dan fisiknya yang harus seimbang. Harapan pemirsa dan penonton yang tidak pernah memberikan toleransi untuk selalu dipuaskan. Akhirnya kitapun harus memilih menjadi diri sendiri tanpa harus takut akan penolakan. Karena kita sudah berdiri disini. Memberikan yang terbaik yang bisa kita beri dan kita punya. Fatin benar. Keindahan selalu ada pada penghargaan diri kita apa adanya. Tanpa mengesampingan upaya dan kerja keras untuk selalu balajar. Karena hari esok pasti berbeda dengan hari ini. Dan harapan perubahan yang lebih baik adalah cahaya mentari terindah yang dinantikan semua orang.

Terima kasih Dedek Fatin untuk selalu menjadi pemilih dalam hidup yang penuh inspirasi kecil yang semoga selalu menjadi manfaat yang besar. Sepertinya maknanya selalu menyatu dalam debut perdananya “Aku Memilih Setia”. Dan Fatinistic pun memilih setia menjadi keluarga yang manis dan cantik untuk memerangi Piracy pembajakan di negeri ini. Tetaplah berjalan Princess walau pelan. Dan selalulah tersenyum semampumu. Karena kami disini selalu mencintaimu. Tings

Fatin dan Keindahan Inspirasi

Hari ini seneng lihat Dedek Fatin muncul di twitter dan facebook tampil di acara pemberian beasiswa bidik misi bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono aka Pa SBY kita. Yang diupload Bapak Mentri Pendidikan @Mohammad_Nuh_. Peristiwanya sudah berlalu dan menjadi diari sejarah catatan biru. Sebuah peristiwa biasa dalam berita keseharian kita. Tapi ketika ada Fatin disana agak berbeda. Ada warna tersendiri yang beresonansi di hati. Lihat Youtube Pakar Multimeda Fatinistic Om Kurniawan TD eh malah ada konser amal Dedek Fatin Peduli Anak Bangsa di Cimahi. Wah belum update blog fatinlover.wordrpess.com neh, agar blog yang dibaca di 74 negara itu tetep update.

fatinDanSby

Lihat Youtube nya …

Kedua peristiwa itu jelas sebuah pohon keindahan di taman kebaikan. Karena bersatu dengan misi kehidupan kita berbagi dan berarti. Benih yang seyogyanya lebih banyak kita tanam dibandingkan sebuah lobang kesalahan yang akan kita tuai jika kita lalai untuk sadar diri dan kembali. Menjadi apa kita dalam hidup adalah pilihan. Menjadi pribadi tanpa arti bagai air yang tergenang. Atau menjadi sosok pemberi walau bentuknya sangat sederhana memberikan hiburan dengan bernyanyi, yang jika kita tulus akan membuat hati banyak orang bertambah bagus.

Prilaku memberi adalah pribadi bergelombang yang deburan ombaknya adalah inspirasi bagi diri kita dan orang lain. Kita membutuhkan itu agar hidup ini menjadi berwarna karena terjadi perubahan menjadi lebih baik. Dari kelam menjadi terang. Dari baik menjadi lebih baik. Haruskah kita menjadi sempurna dulu untuk bisa menginspirasi?. Pertanyaan yang selalu ada dalam diri kita. Sebagai pembenaran menunda pemberian. Bagai mimpi yang tidak pernah menjadi cita-cita. Karena kita takut menentukan tanggalnya.

Selain kita memang terlahir tidak sempurna yang mengajarkan kenyataan bahwa kita butuh Tuhan dan juga kebaikan orang lain. Secara kemanusiaan kita butuh sesuatu yang bisa kita lihat dan dengar untuk menginspirasi melalui lintasan, gagasan, niat dan mulai melangkah. Oleh karena itu memanfaatkan sumber inspirasi yang menguatkan dari orang lain itu adalah kebutuhan kita sebagaimana memaafkan orang lain juga menjadi kebutuhan kita karena suatu saat kita juga butuh dimaafkan, dimengerti dan dihargai sebagai sosok manusia apa adanya.

konseramal

Oleh karena itu senyum yang manis itu sedekah. Karena senyum selain murah ga pake beli juga memberikan inspirasi kesejukan dan ketentraman. Apakah Dedek Fatin bisa selalu tersenyum. Jawara XFactor inipun juga manusia yang suatu saat juga kelihatan bete (Bad tempered ). Tapi bagi kita kita jika dia bete malah kelihatan lucu. Mungkin masih tersisa saldo rasa sayang yang selama ini Dedek Fatin setorkan ke hati kita. Dibandingkan yang dikurangi prilaku menyebalkan.

Karena kita sayang sama seseorang, orang itu kelihatan manis walau pada awalnya rasa sayang itu terinspirasi dari apa yang kita lihat dan prilaku yang sampai dan kerasa dihati. Bisa dibayangkan jika kita punya banyak teman dan sahabat yang saling menginspirasi. Alangkah indahnya dunia ini, di negri Indonesia yang indah penuh sumber daya alam yang luar biasa. Laksana sebuah taman syurga di jamrud katulistiwa. Itulah mengapa kita harus berteman sebanyak mungkin tanpa membatasi diri dengan siapapun kita bersahabat. Namun jadikan sahabat inspirator adalah teman terdekat kita. Agar kita selalu memiliki energi yang cukup buat diri kita dan untuk kita berikan kepada sebanyak sahabat kita yang lain. Terima kasih Dedek Fatin mungil untuk sebuah inspirasi kecil, Bacause Fatinistic more than fans, We are sweetest Family to stop piracy…. foyya endlessly.


Baca Fatinistic Bandung Gelar ‘Festival Budaya dan Konser Peduli Anak Bangsa ….

Fatin dan SEPIA tahun 2014, Berhasilkah?

Tahun 2014 telah tiba dan 2013 pun berlalu dengan semua peristiwa dan kenangan baik yang sedih maupun gembira. membalut alur kehidupan kita. Munculnya putri Fatin dan Fatinistic hingga menjadi jawara XFI perdana, merilis album dan buku Fantastic Fatin, sound track film serta beberapa award menghiasi bunga rampai tahun lalu. Film 99 CDLE sendiri hampir menembus 1 (satu) juta penonton sebagai film terlaris di tahun 2013 dimana Dedek Fatin menjadi kameo disana. Di Tahun 2014 atau sequel ke dua film itu Fatin akan diberikan peran yang lebih besar janjinya. Ada SEPIA disana.

Hari ini 2 Januari 2014. Akan kemana Fatin di tahun ini setelah sukses bersama ayah, bunda dan sahabat “Capt Bala” selesai merayakan dengan sederhana pergantian tahun dengan anugrah tanpa job menyanyi sepert yang Dedek Fatini impikan jauh-jauh hari. Pertanyaan yang tidak bisa kita jawab dengan pasti. Karena semua peristiwa yang tidak pernah ada cerita kebetulan ini sudah tercatat sebagai rahasia perjalanan waktu kita sebagai sebuah kehidupan itu sendiri. Juga ada SEPIA disana.

Kita adalah kumpulan waktu. Kita dan kehdiupan ada karenat Tuhan berikan kita waktu untuk dilalui. Bernilai atau tidak. Bahagia atau sedih pasti selalu ada sebagai kombinasi harmonis  dan baku hingga akhirnya waktu hidup ini berhenti. Sebagai ukuran bagaimana kita memberi makna dalam setiap detik hidup kita. Mengisi memori masa lalu yang cenderung kita memilih kejadian sedih, memori saat ini dimana waktu dan kita hidup serta masa depan yang menjadi rahasia yang bisa menjadi pelangi indah jika kita optimis dan percaya diri serta tau diri. Butuh SEPIA disana.

fatin no piracy

Siapa sebenarnya SEPIA?. Cantik dan tampankah jika ia adalah wanita atau pria?. Adakah hubungannya dengan Dedek Fatin atau judul lagu atau anak AA Dhani yang sudah tidak asing lagi?. Dari buku Pa Nggermanto APIK Bandung, SEPIA itu kombinasi kecerdasan yang kita butuhkan untuk gapai keberhasilan. S adalah Kecerdasan Spiritual (SQ), E adalah Kecerdasan Emosional (EQ), P adalah kecerdasan kekuatan (Power Quotient-PQ), I adalah Kecedasaan Intelektual (IQ), dan terakhir adalah A untuk Kecerdasan Aspirasi Cita (AQ).  Kombinasi yang seimbang inilah yang memancarkan pesona cahaya keberartian dan kesuksesan.

Untuk menggapai keberhasilan kita butuh cita cita yang tinggi(AQ) dengan menjalaninya dan memandang semua prosesnya adalah nilai kebahagiaan, keberartian, dengan kita bisa memberi kemanfaatan dimata diri kita, keluarga, orang lain dan Tuhan (SQ). Hambatan dan halangan selalu ada untuk memotivasi diri kita mengatasinya berbekal sumber cinta, doa dan aliran emosi yang bertenaga (SQ) untuk terus belajar meningkatkan diri melalui referensi terbaik, latihan terbaik dan guru terbaik(IQ) serta bersinergi dengan sebanyak orang yang sayang dan tulus bersinergi dengan kita gapai cita dan cinta(PQ).

Semanis apakah capaian Dedek Fatin di tahun 2014 akan berbanding dengan kemanisan SEPIA yang Putri Fatin, Fatinistic dan Fatinlover ajak dan mau menyertainya. Sebagai modal terbaik yang akan bertemu dengan keputusan Tuhan yang pasti baik dalam taman prasangka baik di hati kita. Karena jika kita tulus dalam jalan membahagiakan pasti Tuhan akan sertakan orang oragn terbaik yang juga tulus membantu kita. Karena Ketulusan adalah bahasa cinta yang beresonansi menembus batas ruang, jarak dan waktu sebagai rahasia kehidupan kita yang abadi.

Tidak terlalu berlebihan kan, jika kita berdoa, bekerja keras bagi kebangkitan musikalitas Indonesia. Dengan tidak meratapi kegelapan, namun menyalahkan sebuah cahaya walau seterang lilin. Bagi api cita dan cinta Keluarga Besar Fatin, Fatinistic, Fatinlover dan fanbase lainnya walau itu masih sederhana. Yang penting kita sudah melangkah. Meberi makna berarti pada waktu yang Tuhan sediakan. Selamat Tahun Baru 2014 semuanya, Foyaa.

Fatin dan Dasyatnya Kolaborasi Indonesia Jaya

Pagi ini begitu berbeda. Ada lagu Dedek Fatin kolaborasi lagu Nasionalis “Indonesia Jaya” buah karya Liliana Tanoesoedibjo. Alunan suara khas Putri Fatinistic itu berpadu indah dengan saudara seprofesinya para penyanyi muda berbakat: Citra Scholastika, Ayu Ting – Ting, Petra Sihombing, Agus Hafiludin (X Factor), BagasDifa, Chelsea Idola Cilik dan Angel Pieters. Menghasilkan harmonisasi. Menembus jiwa dengan bait lagu bak puisi bening yang mengalir, menggelorakan semangatku sebagai salah satu anak negeri. Putera bangsa yang terus belajar manjaga cinta dan bangga pada Indonesia.

Indonesia tanah kelahiranku
Nan indah permai kebanggaanku
Disini ku berdiri ikrarkan janji
Olehmu negeriku suci nan abadi

Negeriku jayalah bangsaku slalu
Engkaulah yang ku cinta
Segenggam harapan sejuta mimpi
Ingin ku abdikan padamu negeriku

Adil makmur
Untuk mu indonesia

Jayalah negeriku bangkitlah bangsaku
Angkatlah panjimu satukan mimpimu
Yang tak akan padam menggapai cita
Adil dan makmur sejahtera indonesia

Kuulang-ulang youtube Indonesia Jaya itu, mengantarkan memory masa lalu ketika diberi anugrah oleh Tuhan mengunjungi negeri-negeri seberang lintas benua. Yang membuatku sadar. Aku terlahir di negeri ini. Di negeri yang indah dengan semua kesederhanaan yang terbalut warna warni rupa, rasa, cara dan karsa. Dalam taman indah yang perlu waktu dan kerja keras kita menata warna-warni bunga-bunga itu menjadi keindahan mata, jiwa dan senyum bahagia.

fatinindonesiajaya


Klik untuk menampilkan Youtube Indonesia Jaya


Di negara manapun yang pernah kusinggahi. Tidak ada suasana kampung dan kota tempat aku besar, dimanja bunda dan belajar tentang kehidupan pada ayah dengan sorot mata pejuang. Mungkin tidak semegah dan seteratur kota besar canggih itu. Namin disana tidak ada kuliner multi rasa hasil bumi dan racikan tangan ceria dalam adonan kreasi kue warna warni. Dihiasi indah saling menghormati antara kebeningan agama tanpa harus mengotori dan mencampuri. Menemani roda kehidupan damai peribadatan suci keyakinan masing-masing kita anak negeri.

Sebuah lagu sesederhana apapun itu, tetap memiliki pesan dasyat yang akan menyatu dalam jalinan pola pikiran kita sebagai manusia. Mempengaruhi apa apa yang kita pikirkan. Membentuk aliran energi dalam otak kita yang memiliki permutasi dan kombinasi ide, gagasan yang dalam kondisi tertentu akan melahirkan kecemerlangan cita untuk kita gapai dengan sepenuh usaha kemanusiaan kita. Dan doa pada Tuhan sebagai penyedia fasilitas yang terbaik menggapai semua yang bersama kita rindu. Kita hanya butuh terjaga ketika momentum singkat itu tiba dalam perjalanan waktu kehidupan kita.

Apa yang kita pikiran adalah apa yang kita akan lakukan. Dan apa yang kita dapatkan adalah hasil dari apa yang kita kerjakan. Untuk kemudian membentuk siklus berkesinambungan dalam memory jangka pendek dan jangka panjang. Selalu berulang mencari gagasan perbaikan terbaik dalam sejarah pribadi, masyarakat dan negeri yang kucinta Indonesia.

Untuk itu adalah kewajiban kita mulai menghargai, mendukung kebangkitan para pekerja seni seperti musisi dan penyanyi yang selalu menemani musikalitas dinamika kehidupan kita sehari-hari. Mereka adalah bagian dari spirit kebangkitan dan kejayaan sebuah bangsa. Menyatukan semua mimpi kita yang jika diberi tanggal akan bertransformasi indah menjadi cita cita bagi Indonesia yang indah, makmur, adil dan sejahtera.

Terima kasih Princess Fatin dan Kebangkitan Musikalitas Indonesia. Ayyo kita selalu suarakan dengan bangga dan lantang “No Piracy” pada dunia. Foyya …

Fatin dan Bunda Nurseha sebuah cerita di Hari Ibu

Pagi itu tanggal 22 Desember lalu, putri mungilku yang lucu itu tiba tiba menghampiri ibunya yang menjadi kecintaanya. Mencium pipinya dengan manja. Mengucapkan sepatah kata dengan pelan. “Selamat Hari Ibu ya Bu”. “Terima kasih ya”, jawabnya penuh haru. “Saatnya hadiah… dengerin semua ya”. Entah belajar dari mana ia mulai melantunkan lagu “Bunda” nya Bunda Melly Goeslaw.

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku slalu dimanja ….
(hingga selesai).

Setelah selesai bernyanyi dan mendapatkan ucapan terima kasih dan tepuk tangan kita semua ia berlari menghampiri. “Ayah kapan ya Ka Fatin nyanyikan lagu Bunda”. Itu lagu kesayangannya. Aku terdiam sesaat. Ia bertanya persis harapanku yang pernah tertulis dalam beberapa tweet. Harapan sama yang beresonansi. Semoga Dedek Fatin kelak membawakanya pada even manis tertentu, atau sekedar membawakanya di Sound Clouds nya. Dulu ketika Fatinistic bertanya lagu apa yang untuk dinyanyikan pada even request lagi di X-Factor. Saya membalasnya dengan request lagu Bunda Melly ini.

Ada juga lagu jadul “Kasih Ibu” karya SM. Mochtar yang tak pernah tua tentang Bunda yang suka dinyanyikannya. Meski ia tidak bercita cita menjadi penyanyi seperti Princess Fatinistik itu. Ia mau jadi reporter katanya. Wah inget Om Arief Firhanusa Guru Menulisku itu.

Kasih Ibu Kepada Beta
Tak Terhingga Sepanjang Masa
Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Bagai Sang Surya Menyinari Dunia.

Walau saat tulisan ini ditulis sudah tanggal 23 menjelang 24 Desember 2013, ga telat kan nulis tentang Ibu atawe Bunda kita. Kalau sayang sama ibu cuma sekali dalam setahun sedikit sekali waktu untuk membalas kebaikannya yang luas tak berwaktu. Didalam dekapan ibu kita kita bisa menjadi diri sendiri tanpa ada rasa takut dan khawatir tida diterima. Karena Tuhan telah menanamkan banyak kasih sayang dalam hatinya. Agar cukup bagi kita untuk tumbuh menjadi besar sebagai takdir keberlangsungan sejarah kemanusiaan.

bunda

Ibu menyandang kerhormatan dan kemuliaan tiga kali lebih besar dari seorang ayah. Ia adalah tiang keluarga, masyarakat dan negara. Ditelapak kakinyalah berada syurga. Sebuah tamsil bahwa kebahagiaan perjalanan hidup seorang anak berbanding lurus dengan kelapangan hatinya. Sehingga sayang kepada ibu bukan kebutuhan ibu yang tidak pernah menagih setetespun air susunya. Yang mampu mengubah orang lain yang bukan siapa siapa kita jika pernah mengalir air susu ibu kita akan menjadi saudara kita. Berbakti pada ayah bunda adalah kebutuhan kita. Agar kebaikan yang banyak melingkupi semua sisi kehidupan kita. Atas kesukaan Tuhan yang bergantung pada kerelaan bunda.

Begitu juga ketika putri kecil kita kelak membesar. Jika ia mampu menjaga sumber cintanya dari Tuhan, Ibu sebagai mahluk yang Tuhan sayang dan keluarga serta sahabat terbaik yang ia punya. Ia mewarisi kekuatan itu untuk diberikan pada suami terkasihnya kelak. Yang bisa menjadi dirinya apa adanya dihadapan permaisurinya. Agar semua kehebatannya yang tersembunyi bisa memancar untuk memberikan manfaat kebaikan bagi sesama. Dalam peran menjadi apapun kita. Dibalik seorang laki laki yang hebat, ada wanita hebat disampingnya. Dan dibalik seorang wanita yang hebat ada seorang Ibu yang juga hebat disisinya.

Dibalik tumbuhnya Dedek Fatin menjadi sekarang, ada Bunda Nurseha yang bersahaja dengan sorot mata penuh makna. Menemaninya audisi, menguatkannya ketika bootcamp, memberinya nasehat untuk menghormati bunda Teh Ocha sebagai ibu keduanya. Menemani kemanapun ia pergi untuk setia menjaganya dalam pembuatan film, tampil mempersembahkan lagu cintanya pada Fatinistic, Fatinlover dan Musikalitas Indonesia. Tidak banyak cerita tentang pribadi Bunda Nurseha. Namun di hatinya mesti ada cinta yang dalam. Karena cinta sejati terkadang tidak perlu dijelaskan dengan kata kata. Kita hanya perlu tahu bagaimana ia bekerja memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan menjaga jiwa, akal dan raga kita.

Selamat hari Ibu semuanya, terima kasih Ibu atas semua cinta yang terlahir dari ketulusan jiwa. Bagi perjalanan panjang mencapai cita keberartian kita. Foyya …

Fatin dan makna keberartian “For You”

Beberapa hari lagi album perdana Dedek Fatin Shidqia akan dirilis Bang Sony Music. Kicauan riang Fatinistic sudah ramai terdengar ahir akhir ini. Bahkan Om Arief mengungkapkannya seperti menanti lahirnya seorang bayi “For You”. Seru, seru banget minggu ini. Single “Dia Dia Dia” juga dah diunggah ke youtube dengan latar belakang nuansa Eropa yang juga bercerita. Untung ada Alien keren @orangmars yang membantu kita nerangin emosi musikalitas tertentu yang punya makna dalem dibalik semua tempat dan peristiwa yang terbalut alunan lagu merdu Putri Fatin Fatinistic yang manis dan cantik itu.

say no piracy

Album “For You” adalah hadiah Putri Fatin yang telah lama dinanti Fatinistic diseluruh penjuru negeri. Kompilasi 12 lagu itu rencananya dirilis secara resmi tanggal 11 November 2013 yang akan datang. Satu hari setelah Hari Pahlawan 10 November. Pemegang kupon album yang akan ditukarkan di KFC dah bersiap siap menyerbu. Semoga ayama ayamnya ga pada kabur. (lucu ga ya, ah garing ya, kalau ngelucu harus berguru sama Om @morikojo neh, dia ahlinya) Ada juga keluarga besar Fatinistic yang mau beli harga aslinya saja nanti, gaya dan keren. Kerasa nuansanya seperti mau ada perhelatan dan perayaan besar. Harap cemas campur mules juga sudah diumumkan. Pertanda ada sesuatu yang istimewa pada akhirnya dan selalu begitu alur ceritanya sejak dulu.

Ada harapan tinggi suksesnya penjualan Album perdana yang diukur dengan jumlah platinum. Entah berapa ukuranya satu platinum, 150 ribu keping kalau ga salah, jika salah benerin ya. Ukuran itu dikatakan banyak orang sebagai tingkat penerimaan pasar terhadap nada indah hadiah Putri untuk kita semua. Ngga usahlah berandai jika penjualanya kecil. Percaya, berdo’a dan bersyukur atas semua hasil dari proses yang panjang itu. Kontribusi sebanyak orang yang berjuang dengan rasa sayang. Kita tidak bisa memastikan hasil yang merupakan otoritas Tuhan. Namun Tuhan mengajarkan kita untuk fokus pada proses dan memberikan usaha terhebat yang kita punya. Keindahan selalu berada dalam pertemuan keduanya. Usaha terbaik dalam proses dan doa yang tulus pada-Nya. Keduanya membentuk kecerdasan dan kekuatan spiritualitas serta melahirkan akar kebahagiaan kita. Sebuah makna keberartian.

sayang kucing

Makna indah inilah yang ga boleh hilang dalam jumlah hasil penjualan album “For You” esok hari. Karena sejatinya album itu adalah sebuah perjalanan panjang untuk cita dan cinta Fatin dan Fatinistic. Menorehkan keberartian dan kemanfaatan disebanyak orang di negeri ini. Makna itu juga yang menggerakkan niat, cita dan emosi untuk mulai memerangi musuh terbesar pekerja seni anak bangsa dalam bentuk “pembajakan”. Adakah yang lebih indah dari sebuah hadiah sederhana setelah berlelah lelah mewujudkannya?. Perjalanan yang tidak sebentar bagi keinginan berbagi dari Dedek Fatin dan Fatinistic bahkan musikalitas Indonesia. Tidak terasakah ada perbedaan baru musikalitas kita setelah hadirnya Fatin Shidqia?. Ga usah dijawab dengan kata, karena alunan merdu “Dia Dia Dia” Princess Fatinistic yang menemani tulisan ini diketik telah memberikan makna dalam jiwa.


Ingin ku bicara …
hasrat tuk mengungkapkan..
masih pantaskah ku bersamamu..
melalui hitam putih hidup ini..
saat engkau pergi telah kau bawa hati..
dan tak ada lagi yang tersisa..
dia, dia, dia telah mencuri hatiku..


Teruslah berkarya Putri belia Fatinistic yang Manis dan Cantic dan hiasilah perjalanan waktumu dengan bijak untuk dapat menyatukan semua keindahan. Janganlah pernah tergoda mengejar bayangan sendiri dan hanya kesenangan indah sesaat. Tetaplah manis bersahaja mengejar karakter kemanfaatan dan makna keberartian sebagai cita dan cinta Fatinistic dari pertama kali dulu. Hingga kebahagiaan yang dipayungi kesuksesan itu kelak hadir indah pada waktunya. Dan Kita akan terus menyuarakan SAY NO PIRACY TO THE WORLD.

Fatin dan Fatinistic Bijak, Sebuah Keluarga Terindah.

Pagi ini kulihat senyum sumringah dimana mana. U19 menang AFF atas Vietnam tadi malam. Perjuangan yang memberikan hadiah terindah buat kita semua. Walau ga lihat langsung tos tosan adu finalty dengan score akhir 7-6 untuk “Garuda Muda”. Untung ada youtube yang selalu update disetiap pagi. Kebiasaan yang selalu hadir untuk cari even penting yang selaras di hati terutama even perform Dedek Fatin Poetry Fatinistic yang ga bisa selalu diikuti secara life. Untung ada Om Kurniawan TD Omku yang baik hati sekali yang setia bekerja keras menyediakan link video terjernih nan bening jika lagi kangen ma suara Dede imut tersebut. Makasih ya Om, apalagi dengan video terakhir yang exclusive punya beliau sendiri untuk liputan Fatin di Indonesia International Motor Show di salah satu Booth merek mobil ternama (Daiihatsu-sst ini bukan iklan tapi apresiasi dah undang Putri Fatin perform).

Saat tulisan ini diketik, tersiar kabar Dedek Fatin akan terbang ke Eropa untuk syuting Film perdana “99 Cahaya di langit Eropa”, untuk memerankan dirinya sendiri bukan memerankan tokoh lain. Unik juga ya baru main film pertama terus memerankan dirinya sendiri terus hubunganya dengan narasi film nya apa? Pertanyaan itu hingga kini selalu menggelitik pikiranku. Solusinya dua. Beli bukunya yang pasti ga ada tokoh Fatin disitu. Terakhir sabar menunggu hingga launching film tersebut tiba. Ajak orang tersayang untuk nonton bareng di bioskop terdekat dan beli tiket diawal agar masih kebagian. Ga seperti film “Habibie dan Ainun” yang kemaren terlewat. Saat nya kita mulai hargai karya seni bangsa sendiri. Untuk tunjukan pada dunia kilau indah negeri katulistiwa. Semoga perjalanan si Dedek kecintaan Fatinistic itu Allah mudahkan, berikan keselamatan, keberkahan dan dimudahkan kebaikan hingga “Poetry bening yang manis dan cantik” itu kembali selamat pulang ke kampung halamannya.

Fatin
Baca Fatin tidak mau disebut artis di JPNN.COM dan apa Kata Ayah Bahari Lubis

Tulisan ini adalah tulisan perdana serial “pentingnya kita bersikap bijak”. Kenapa ini penting buat kita? Setelah menulis tentang Fatin dan Cinta pada tulisan sebelumnya hasil googling dan pengalaman banyak orang yang pernah ditanyakan tentang kata keren satu itu, mulaikah kehabisan tema cerita?. Rasanya mulai banyak mengulang kalimat yang pernah dulu terungkap. Terus tema nya apa dong? Dari saran beberapa temen dapat disimpulkan untuk bicara tentang “bijak”. Karena itulah yang Fatin dan Fatinistic butuhkan. Kita semua bukan hanya butuh emosi yang dalam dan perhatian yang nyata untuk terus mendukung Dedek Fatin meraih impiannya menjadi pribadi yang bermanfaat dan tetap bersahaja.

Kita juga butuh bersikap bijak karena angin dunia dan media yang Fatin alami semakin luas, kencang, beragam dan berisiko. Salah bicara dan posting sedikit bisa memercikan rasa ill-feel satu sama lain. ini juga menimpaku tempo hari yang agak esmosi ada orang yang mengaitkan kesertaan Fatin dalam kegiatan amal dipersepsikan berlebihan, yang justru kata kata itu malah bisa membawa Fatin dan Fatinistic pada polemik baru. Tapi sah sah aja namanya sosmed. Kita ambil sisi baiknya yang lebih universal secara bijak. Apalagi di social media dengan ruang ekspresi yang dibatasi kata kata. Yang bisa menimbulkan salah persepsi, komunikasi dan motivasi. Sesuatu yang Fatin ingatkan bahwa kita Fatinistic bukan Fans seperti yang lain. Kita adalah keluarga yang harus menghormati dan saling menyatukan. Bukan hanya sesama Fatinistic tapi juga pada sahabat pendukung idolanya yang lain.

Apapun bentuk wadahnya, tempat kita berkumpul selalu terjadi proses pembentukan(forming), badai cobaan (storming), kesepakatan norma dan nilai (norming and valuing) yang berujung pada kebermanfaatan (performing). Kabar yang indah bahwa beberapa fatinistic telah mulai merumuskan tata nilai yang akan kita sepakati, hormati dan terapkan yang berupa nilai dasar fatinistic yang bersifat universal. Suatu fondasi yang akan otomatis kita pakai ketika ada kegiataan apapun dalam keluarga fatinistic baik internal maupun eksternal berhubungan dengan masyarakat yang luas tempat kita tinggal, tumbuh, berkembang, belajar dan berbagi. Dan semua itu akan mudah terbentuk jika semua kita semua berusaha belajar dan bersikap bijak.

fatin2

Dan hari ini Fatin yang sedang terbang pun mulai mengajarkanku, mencari referensi apa itu bijak. Dari Mbah Google, kita dapat bahwa bijak adalah suatu cerminan sikap dan prilaku seseorang terhadap sesuatu yang ia lihat berdasarkan apa yang ada dipikirannya secara tepat dalam situasi dan kondisi seperti apapun dan bersifat objektif serta mampu mengambil makna/pelajaran penting dari apa yang dilakukannya. Dengan kata lain orang yang bijak adalah orang yang mampu mengambil keputusan dengan tepat baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa memihak secara adil dan objektif. (Kunjungi Web Sitenya). Lalu apa ciri cirinya?. Kira kira ada sepuluh : ketulusan, kerendahan hati, kesetiaan, berfikir positif, keceriaan, bertanggung jawab, percaya diri, kebesaran jiwa, tidak membesar-besarkan yang kecil dan sebaliknya, mampu berempaty. (klik linknya disini). Lalu apa pegangan hidup orang bijak itu? Diantaranya : memaklumi kebenaran, memiliki pengertian yang benar, mampu mengendalikan diri, hidup sesuai dengan kebutuhan, mengatur waktu dengan bijaksana, mengerti kenyataan di lingkungan, berusaha memegang kebenaran menuju kebijaksanaan (Klik linknya disini).

Semua nilai tersebut sepertinya sudah dibahas Fatinistic lainnya dalam artikel tentang sang idola. Sekali lagi ini bukan untuk memuji apalagi menuhankan Dedek Fatin seperti yang orang lain bilang karena segitu sayangnya Fatinistic pada Fatin Shidqia. Tapi ini kenyataan bahwa rasa sayang yang semoga bisa selalu sederhana itu (menyayangi dengan bijak) memang ada pada diri Fatin sebagai pemenuhan syarat seseorang itu disayang. Dan hal itu memiliki nilai nilai kebijaksanaan. Dedek Fatin tetap hidup sederhana dan sesuai kebutuhan walau jumlah nol tabungannya sudah mencapai sembilan digit (biar daku deh yang WOW), tetap menjadi anak sekolahan seperti biasa, enggan untuk dibilang artis-fatin hanya penyanyi yang banyak teman, tulus dari hati dalam bernyanyi, sayang orang tua dan semua Fatinistic. Silahkan baca lanjutan buktinya pada semua tulisan yang ada. Semua itu bermuara pada nilai-nilai kebijaksanaan. Apakah fatin sudah bijak dan Fatnistic sudah bijak. Fatinistic juga manusia. Kita bukan kumpulan orang bijak. Tapi kita bisa belajar untuk terus menjadi bijak. Hingga keluarga Fatinistic menjadi salah satu keluarga terindah yang ada dalam negeri yang banyak dihiasi keindahan.

Jadilah Fatinistic yang bijak, yang selalu menyatukan keindahan …