Fatin dan Lima Kecerdasan

Be Natural itu yang terbaik. Be Yourself. Keunikanmu adalah kebagusan yang terbagus. Begitu AA Ahmad Dhani bilang pada Fatin yang mesem-mesem aja karena dak dik duk hatinya. Entah perasaan apa yang berbuncah di dadanya hanya Fatin dan Tuhan yang tahu. Menjadi alami berarti menerima hukum alam. Nature’s Law orang bilang. Gampangnya selalu berdirilah di pusat keseimbanganmu. Karena alam punya hukumnya sendiri dalam menjalani kehidupan. Melawan hukum alam kita akan hancur. Tapi memanfaatkanya untuk menghadapi hukum alam yang lain untuk sampai ke tujuan itu adalah kecerdasan. Berjalanlah dengan ringan. Janganlah memikirikan sesuatu itu beban dan masalah. Karena masalah pertama kali muncul ketika kita memandang hal tertentu itu masalah. Jika tidak ya ga jadi masalah. Jadi inget pekerja keras yang memperbaiki jalan raya di Jakarta pada saat panas terik. Mereka bukan mencangkul tanah yang lunak. Tapi mereka memacul aspal keras dengan linggis dan benda tajam lainya. Berat sekali. Panas dan haus. Bermandi keringat. Sesekali melihat orang berdasi dengan mobil mewah ber AC dan kursi yang empuk. Melirik sebentar dan mereka kembali bekerja. Bagi kita mungkin masalah. Bagi mereka tidak menjadi masalah karena itu yang mereka bisa untuk sekedar membawa pulang beberapa lembar uang bagi keluarga mereka di kampung. Begitu mengharu biru-kan warna hidup ini. Dan tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Semua tersusun rapi. Kita hanya dituntut memanfaatkan anugrah yang Tuhan berikan berupa kecerdasan dalam setiap pilihan hidup. Menjadi penulis bagi cerita hidup kita sendiri. Bukan jadi figuran yang ditulis orang lain. Orang bijak bilang menjadi tua adalah kepastian. Namun menjadi dewasa, bisa melihat jalan dari berbagai jendela hati dan pikiran itu adalah PILIHAN. Memilih yang terbaik bagi kita bukan hanya butuh keberanian tapi juga kecerdasan. Keberanian mendorong kita untuk melangkah menuju cita dan cinta. Tapi kecerdasan memastikan sampainya kita dengan kesabaran dan kesyukuran.

kecerdasan

Berani bercita-cita adalah kecerdasan awal. Kecerdasan Aspirasi. Cita cita adalah mimpi yang diberi tanggal. Kapan kita inginkan mimpi itu terjadi. Selanjutnya tinggal melangkah dengan sabar dan mulai mencintai cape dan lelah. Obatnya adalah kecerdasan spiritual. Melihat sekecil apapun langkah itu berarti dimata Tuhan, diri kita dan orang lain. Menjadi bahagian kebahagiaan kita dan orang yang kita sayang. Merasakan bahagia dalam perjalanan menuju puncak itu. Dan setelah puncak ada puncak lagi. Begitu seterusnya. Memahami liku jalan itu akan mempercepat kita sampai. Agar tidak banyak muter muter menghabiskan waktu. Butuh kecerdasan intelektual. Mendapatkan sumber informasi dan pengetahuan dengan referensi terbaik, mencobanya dengan memahami bagaimana itu dioperasionalkan dengan semua sisi kemanusiaan kita, serta belajar dari guru dan mentor terbaik. Semua sentuhan itu butuh berhubungan dengan banyak manusia yang sudah pasti memiliki hati dan perasaan. Manusia itu mahluk yang punya emosional dan gejolak vibrasinya ga bisa ketebak. Terkadang cinta ga selalu sama dengan logika. Butuh banyak pengalaman hidup agar emosi kita cerdas. Punya segudang library dan memory. Jam terbang yang tidak bisa tergantikan. Kecerdasan emosi yang membuat kita mampu menjalin hubungan dengan banyak orang yang punya kekuatan. Karena tidak ada orang yang sukses dan bahagia hasil murni jerih payah usahanya sendiri. Kita butuh kecerdasan Power dari orang lain terutama dari sumber cinta kita. Tuhan, orang tua, sahabat dan kekasih, membangun hubungan yang bernilai dengan hati hati yang baik yang rela memberikanya untuk kita dengan jujur dan sayang. Sejatinya orang yang berhasil dan sukes dan dia bahagia secara natural. Dia pasti orang tercerdas diantara orang sebaya-nya.

TIba-tiba anganku berlari dan terbang jauh kedepan. Ketika kutatap seorang penyanyi yang anggun. Berjalan pelan ditengah tepuk tangan yang bersahutan cetar membahana. Fatin … Fatin semua orang memanggil nama kecilnya. Mengelu-elukan-nya. Senyum manisnya menambah kecantikannya yang alami. Langkahnya pelan penuh dengan kewibawaan seorang diva. Karena semua orang mengenalnya selebriti yang rendah hati. Kabarnya selalu wangi yang berasal dari suara merdunya yang menyentuh hati. Meneduhkan melapangkan seluas keindahan permadani. Dulunya ia hanya penyanyi kamar mandi. Bahkan ayah bundanya pun tak tau kalau suaranya bagus. Tapi Fatin kecil cerdas dan punya mimpi. Ia nekat memutuskan mimpi indahnya itu menjadi cita dengan sepenuh cinta. Ikut x-factor tahun 2013-an dulu itu tanpa iringan megah keluarga besarnya. Ganti baju sekolah pun tak sempat. Tapi foto lucu, anak sekolahan yang ikut x-factor itu begitu pemalu dan senyum yang berkarakternya itu kini telah menjadi legenda. Semangatnya mengalahkan kegelisahannya apakah aku bisa. Salah text lagu dan buat contekan lirik lagu ditanganyapun jadilah. Dan anehnya semua orang suka hingga kisahnya waktu itu dibaca di 18 negara hingga negara amrik sana. Legenda langkah perjalanan yang panjang untuk menjadi berarti bagi sebanyak orang yang ia sayang. Dengan lantunan merdu setiap lagu yang membangkitkan emosi yang teduh dan menggelora. Sedasyat semangat belajarnya yang tak pernah pudar. Selanggeng cintanya yang menuliskan cerita panjang yang selalu enak dikenang. Tetaplah berjalan Fatin Shidqia Lubis. Diatas jalan cinta. Tumbuhlah secara natural dan alami dengan semua tahapan yang disediakan untuk masa depanmu. Menjadi luar biasa seperti pikiranmu yang cerdas memaknai namamu. Bagi senyum sayang dan bangga Bunda Nur Seha yang bersyukur dan haru telah ditakdirkan Tuhan melahirkanmu… KEEP LOVING AND BE GREAT SINGER NATURALLY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s