Fatin dan Aliran Cinta di Kompasiana

Ketika Admin Blog lagi Googling tentang Fatin untuk nambahin info apa aja tentang idola kesayanganku itu, tiba tiba ada satu artikel di kompasiana yang sangat menyentuh hati. Ternyata bukan hanya daku yang mendadak terinspirasi sama fenomena Fatin di tanah air dan manca negara. Meskipun ujung-ujungnya rada protes sama mentor Fatin Diva Rossa tapi anggaplah ini kritik dan masukan yang membangun dan bentuk nyata expresi cinta …


Belajar dari Fatin X-Factor
REP | 09 March 2013 | 14:05Dibaca: 4587 Komentar: 0 6 aktual
Saya, Tatang M. Amirin. Lahir di Majalengka. Sekarang staf pengajar di UNY Yogyakarta.

Ketika anak sekolahan yang masih berseragam sekolah ini ikut pertama kali audisi the X-Factor, semua orang terhenyak, kaget, ada suara yang demikian memukau, amazing. Lagu yang dibawakannya amat sangat pas sekali dengan nada suaranya. Itulah mengapa menjadi indah. Fatin, si gadis anak sekolahan itu meniti riak-riak ombak, meliuk, melenggok-lenggok kecil, membuai riakan ombak kecil dengan nyaman. Fatin memang anak riak ombak.

Dua tiga tampilan berikut, Fatin masih anak sekolahan yang meniti riak-riak ombak, walaupun kadang-kadang agak sedikit keluar jalur, ke gelombang pasang yang meninggi, tapi masih bisa kembali ke riak-riak ombak lagi. Itulah makanya Fatin masih tetap memuaku.

Kesalahan fatal dilakukan Fatin ketika ia memaksa diri, atu dipaksa, mengarungi gelombang tinggi yang memecah angin. Fatin sudah bukan Fatin lagi si anak riak-riak ombak. Fatin dipaksa menjadi peselancar yang menaik menukik mengikuti gelombang pasang. Fatin dipaksa berteriak menentang angin, lalu suaranya menjadi suara burung camar mengejar deru angin, bukan lagi suara dan juga gaya pinguin yang berenang mengikuti riak-riak ombak. The F-factor Fatin hilanglah sudah musnah, berubah frontal menjadi the R-factor. Akibatnya tiada lagi tepuk tangan membahana menyambut kehadirannya, tampilannya, dan penghujung tampilannya yang biasanya meriak ombak menepi pantai, me-”ngeseh” lembut.

Dani menekankan bahwa dari tampilan Fatin (walau disebutnya secara meneyluruh dari tampilan the X-Factor) kita bisa belajar, seluruh bangsa Indonesia bisa belajar, semua calon peserta the X-Factor bisa belajar. Belajar bahwa menyanyi yang memuaku itu bukan sekedar menyanyi, melainkan menyanyi yang sesuai dengan sifat karakter sendiri-sendiri. Ahmad Dani selalu mengingatkan agar Fatin jangan sampai meninggalkan the F-factornya sendiri, the Fatin-factor. Bebi Romeo selalu mengingatkan bahwa apabila Fatin salah memilih lagu, maka ia akan gagal!

fatinlucu

Ternyata kita semua bisa belajar. Hanya sekedar ahli bidang studi tidaklah serta merta bisa menjadi guru bidang studi yang baik. Pernah bersekolah tidaklah serta merta bisa menjadi guru yang baik di sekolah. Bisa, bahkan ahli, menyanyi tidaklah serta merta bisa mengajari orang menyanyi, dengan baik tentu. Perlu lebih dari sekedar bisa dan berpengalaman.

Dalil itu mungkin cocok diterapkan untuk Rossa dan Fatin si mungil pemilik F-factor yang suaranya disukai Ahmad Dani. Rossa tidak diragukan kemampuannya menyanyi. Akan tetapi sebagai mentor, ternyata tidak sepenuhnya ia mampu membawa Fatin terampil menyanyi dengan karakter Fatin sendiri (F-factor, kata Dani).

Menurut “selera” saya, karena saya awam dengan nyanyi-menyanyi, setidaknya sudah dua kali Fatin “gagal” menyanyi sebagai Fatin. Pertama, saat setelah ditunggu-tunggu sangat lama, karena sengaja dipasang paling akhir tampil berkat kepopulerannya yang menaikkan rating X-Factor, Fatin “gagal” menyanyikan lagu Rossa, Pudar. Kedua, Jumat malam terakhir ini, 8 Maret 2013, ketika “memilih” lagu Girl on Fire. Biasanya ketika dan setelah menyanyi, Fatin mendapatkan tepuk tangan dan teriakan gegap gempita, ketika itu boleh dibilang sepi tepuk tangan.

Bebi Romeo, salah satu juri, sekali lagi mengingatkan Fatin, bahwa Fatin pasti akan “habis” manakala salah memilih lagu, dan, walau tak langsung dinyatakan, yang dipilih Fatin itu lagu yang salah. Itu yang mau dikatakan Bebi, hanya tentu tak mau menyinggung sesama mentor. Dani juga mengingatkan agar Fatin tetaplah Fatin, sesuai dengan ke-Fatin-annya (the F-fator). Pertanyaan Bebi Romeo sangat amat sederhana, tapi mgnhunjam, “Siapa yang memilih Grenade waktu tampil pertama kali?” “Aku,” jawab Fatin. Itu pilihan yang pas, pas dengan Fatin. Maksudnya Bebi juga lagu yang dibawakan kali itu bukan lagu “pilihan” Fatin.

Itulah makna slogan “tut wuri handayani” (standing behind empowering) yang bahkan para guru sekalipun kerap tak paham maknanya. Tiap “anak didik” punya daya (power, potensi) sendiri. Tugas pendidik adalah mengikuti (tut wuri) power si anak didik itu, membantunya untuk meningkat. Pendidik tidak berdiri di muka (ing ngarso) menentukan mengarahkan. Berdiri di muka hanya jika diperlukan, ketika anak didik tak tahu apa-apa. Itu makna hakiki “student centered education.” Ikuti daya anak, biarkan dia berjalan sesuai dengan daya potensinya, pendidik hanya mengikuti saja, sekali-sekali memberi arahan kalau-kalau sesat jalan.

Pada ketika Fatin tak tahu benar “gaya panggung,” pada ketika itu pendidik berdiri di depan (ing ngarso) memberi contoh (sung tulodo). Memberi contoh bagaimana bergaya sederhana (karena Fatin suka yang sederhana, dan lebih pas yang sederhana), tentu diperlukan. Tetapi memberi contoh (menentukan) lagu menurut selera guru, itu kesalahan besar. Fatin bukan Rosa. Mungkin Fatin lebih cocok dengan Anggun, ada kemiripan nada suara. Rosa itu nadanya meninggi, seperti burung camar menyeruak langit, sementara Fatin itu burung pinguin, suaranya meriak ombak. Jangan ajak Fatin menguikuti Rossa. Fatin tetap Fatin, bukan Rossa.

Mohon maaf untuk Rossa. Saya suka Rossa, tapi saya lebih suka jika Rossa “tut wuri handayani” Fatin! Kasihan Fatin telah kehilangan her own F-factor!
Sumber : http://hiburan.kompasiana.com/musik/2013/03/09/belajar-dari-fatin-x-factor-540525.html


Love is more than words. love is L-oyal to the natur’s principle, O-bey our deepest heart’s feeling, V-ictory for our beloved people and E-nlighten for all. Setelah kita membuktikan cinta kita dengan memberikan perhatian. Terhadap semua hal yang dibutuhkan kekasih kita untuk menjadi bahagia, memberikan penumbuhan semua aspek yang membantunya meraih sukses dan bahagia, merawatnya dengan pasokan cinta dari sumber cinta kita yang tetap mengalir deras, terakhir adalah melindunginya dari hal apa saja yang berpotensi membuatnya semakin layu. Karena tanda kita cinta ada cemburu. Jelously. Karena salah satu pekerjaan cinta terakhir adalah melindungi. Ada kecemasan dan kegalauan jika orang yang kita sayang semakin hilang keindahan dan pesonanya. Tidak ada yang salah dengan cinta. Bahkan Motivator hebat seperti Mario Teguh mengatakan bahwa terjatuh cinta adalah kecelakaan yang paling indah di dalam kehidupan manusia. Tidak ada yang salah dengan cinta. Hanya dua kesalahan cinta yang terbesar menurut beliau. Salah memilih orang yang kita cintai dan salah dalam mengekspresikan cinta. Ekspresi cinta tidak selalu nyaman di telinga dan hati kita. Terkadang kecemburuan di ekspresikan dengan bahasa yang ga nyaman. Karena ada deviasi antara yang kita jalani dan yang kita harapkan. Ini tidak berarti kita kehilangan karakter dan mengikuti semua kemauan orang. Tapi ada hal yang kita tidak bisa melihat dan merasakan dan orang lain merasakanya. Tugas kita memadukannya sebagai sebuah Power-Intelligence. karena kita sejatinya butuh orang. Mencintai saja tidak bisa sendirian bagaiamanalagi membangun keindahan yang tinggi dengan semua sumber cinta itu. Pencinta sejati terkadang menyadari kita butuh masukan, kritik bahkan hinaan. Karena penghina itu sebenarnya cemburu dengan pesona kita. Namun ia salah dalam mengekpresikan cintanya itu. Kata orang beda sangat tipis antara benci dan cinta karena benci juga diartikan benar benar cinta.

fatinaction

Ada petisi sebenarnya agar Fatin menyanyikan kembali Grenade-nya yang fenomenal itu. Saking fans dan pendukung kangen sebenarnya dengan versi utuh grenade Fatin yang belum kesampaian hingga kini. Tapi Fatin di Gala Show -3 kemarin membawakan Girl on the fire. Keberanian untuk terus mencoba dan belajar masuk ke track kompetisi dengan kecepatan dan liukan suara yang berbeda cetarnya. Fatin mungkin tidak mau terbelenggu bahwa ia hanya bisa membawakan grenade yang hingga kini telah ada 20 versinya (lihat di link bar kiri Fatin dan 20 versi Grenade lengkap dengan youtubenya). Karena meskipun tergolong muda Fatin ga takut berkompetisi dengan kakak dan abangnya yang jauh lebih tua bahkan pemenang kontestan manca negara. Akhirnya admin lebih suka Girl on The Fire nya Fatin. Bisa jadi karena terlanjur cinta. Karena cinta terkadang ga masuk logika. Karena cinta sejatinya tidak memerlukan syarat. Karena kejenakaan dan kelucuan Putri XFI itu telah menyimpan banyak emosi cinta di hati jutaan orang. Karena membawakan lagu bukan hanya intensitas hebatnya vokal. Namun dibalik itu ada pola resonansi hati yang mengandung bahasa cinta yang dimengerti oleh semua manusia lintas suku, bahasa, jenis kelamin, usia dan manca negara.

Tetaplah belajar Fatin kecil yang membuat semriwing telinga dan hati, membuat ceria malam sabtu dari semua kepenatan kerja, pikiran dan kegalauan. Karena suaramu mengandung efek penyembuhan ketika berada dalam ketulusan hati dirimu sendiri. Dengan semua harmony yang terbentuk dari bahasa tubuh, senyum, cembetut lucu, hingga tarianmu yang kaku. Karena semua itu anugrah dan paket Tuhan yang pasti punya maksud kebaikan bagi dirimu dan sebanyak orang yang sayang padamu dan berharap cerita indah yang akan engkau tulis nanti. Berbuah manis bagi penggemarmu di seluruh pelosok negeri. Yang setia menanti langkahmu dalam karya yang menghiasi berita dan cerita akan makna arti ketegaran, kesabaran dalam belajar untuk menjadi berarti. KEEP LOVING AND BE YOURSELF PRINCESS FATIN.

2 thoughts on “Fatin dan Aliran Cinta di Kompasiana

  1. oh aku gila bgt suaranya fatin,pokoknya tiap hari buka youtube ya fatin, tapi artikel ini panjang sekali,duh sdh ku baca semua,waktuku habis ni, tolong dong sebarkan artikel ini ke xfactor indonesia,supaya para juri mbaca,karna ku takut xfactor ini pilih kasih yg menang yg ada duit,kan 2 orang sdh jadi artis,ada kemungkinan, dia yg menang, oh fatin moga km yg menang ya,karna suaramu telah menghipnotis byk orang, termasuk aku sendiri. makasih

    • Menurut Fatin menang x-factor bukan tujuannya, nanti katanya ia bisa ikutan ajang pencari bakat yang lain. Yang penting bisa belajar yang banyak dan menambah pengalaman. Fatin akan belajar dan berusaha sebaik mungkin. Kita bisa bantunya dengan doa dan SMS tentunya. “Aku sayang banget sama kalian semua” gitu katanya penuh cinta. Klik Salam Sayang Dari Fatin untuk Fans di sidebar kiri yach #Ting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s