Fatin dan Perahu Cintanya yang Terus Berlayar

Gala show yang keberapa ya malam tadi Jum’at 22 Maret 2013, ko lupa. Ah ga penting yang keberapa. Karena ketika kita berangkat dari pelabuhan dan bandara, terbang atau berlayar kita mudah lupa dah berapa kilo meter atau dah berapa lama waktu berlalu dari sejak kita lepas landas. Karena pikiran dan perasaan kita fokus pada tujuan. Kapan sampainya ya?. Judul lagunya “Perahu kertas”. Enak banget lagunya. Belum pernah denger sebelumnya. Terus paginya langsung update blog ini untuk dapetin uploadan Mas Kurniawan yang full HD itu. Lihat di sidebar link ke page perahu kertas. Paling bening youtubenya dan full comment. Admin Fatinistic_blog harus kejar tayang. Karena blog ini dinanti 3000 orang lebih di 25 negara updatannya. Di blog ini kami Fatinistic ucapin terima kasih udah support video terbeningnya buat kita kita dan orang orang yang ingin segera dengerin berulang ulang suara teduhnya Fatin. Tinggal nungguin uploadan Mas SkakSter yang biasanya digabungkan dengan video originalnya sehingga create new package yang juga keren dan memiliki nilai seni yang tinggi (klik juga editannya di link side bar blog ini). Ketika embeding link you tube nya OST Perahu Kertas Maudi Ayunda (jujur admin juga belum kenal karena sama seperti Fatin dan Anggun juga belum nonton filmm-nya, penasaran juga sih nanti kalau sempet liat filemnya deh #hadoww gara gara Fatin neh). Dan biasalah dah heboh disitu perang komentar saling bela dan banding bandingin Fatin dan Ayunda. Suara ayunda merdu banget. Suara Fatin menggurat banget. Jadi mereka dan kita memang sebagai manusia ga bisa lah dibandingkan apple to apple karena kita memang terlahir sempurna dan unik. Bedanya kita dengan orang mungkin ada yang menemukan keunikan itu dan mengembangkannya. Meskipun jumlah views OST Perahu kertas itu langsung meroket terkena virus Fatin, begitu mereka bilang. “Duh kenapa ya Fatin telah membawaku ke sini” (#sambil tepok jidat).

biru biru biru

Panggungnya biru banget. Sebiru hati dan perasaan Fatin membawakanya. Background latar panggung laut dihiasi lemah gemulai tarian riak gelombang. Biru memendarkan cahaya matahari. Menambah teduh lagu cinta yang didendangkannya. Lembut menyentuh hati. Panggung yang gegap gempita menjadi hening sendu. Bang Robby Purba malah bilang bikin galau. Komentar facebooker dan twitter bikin merinding semriwing (#tings gitu deh). Fatin bahkan belum lihat dan rasakan dimensi emosi “perahu kertas” dalam filmnya. Artinya Fatin harus melakukan asosiasi penjiwaan cinta dari sisi yang lain. Yang ia miliki dan sayangi. Dan kembali ke karakternya. Ke sumber cintanya. Sebanyak orang yang sayang dan cinta padanya. Orang tua dan adik-adiknya yang ia sayang dan kangen berat banget, sahabat di sekolah, Kekasih jauhnya. AA Uday yang tampan dan pemalu. Tapi twitanya bisa ngebanyol lucu. keluarga barunya yang deket di XFI yang dah tereliminasi. Dan yang pasti jutaan fansnya pencinta fatin yang terus berdoa dan memberikan dukungan vote untuk Fatin. Dan itulah kehidupan yang sering orang analogikan dalam metafora perahu, laut, samudra, hingga berlabuh. Karena hidup ada pada otoritas Tuhan yang sangat Pengasih dan Penyayang. Karena setiap deburan ombak dan nyanyian burung camar adalah nyanyian alam yang terus berjalan. Berlayar orang selalu kaitkan dengan kesiapan bekal yang cukup di perjalanan. Terkadang kita harus siap berhadapan dengan segala cuaca hati dan perubahan alam. Yang kita tidak bisa atur. Kita hanya bisa belajar dan berusaha menyesuaikan diri. Siap menggenggam erat tangan nakoda yang kita percaya dan cinta setulus hati pada ketika biduk perahu dan bahatera keluarga kita harus siap diterjang badai, topan dan kilat yang menari diatas gelombang ombak yang tinggi, yang harus kita lalui untuk sampai pada pulau impian. Yang dituju semua orang dalam kehidupan. Yaitu kebahagiaan. Namun cinta. Laut juga tidak selamanya ganas. Terkadang ia teduh indah dan memendarkan mentari ke birunya warna yang menunjukan dalamnya dasarnya. Tempat mutiara terindah bersembunyi dibalik kerang-kerang belajar dan berjuang. Awan putih, birunya langit dan pelangi indah warna warni. Kita hanya butuh kaca mata hati yang bening. Agar semua itu bermakna indah bagi kita dan ada justru untuk kebaikan dan kebahagiaan kita semua, selaras, seimbang dan harmony. Komentar juri begitu merdu malam ini. Pujian yang akan menambah semangat Fatin. Bahwa kerja kerasnya tidak sia sia. Dan ia gadis belia yang bisa untuk menggapai “cinta-cinta” dan “cita-cita”. Bahkan Diva Ocha Cantix memperkenalkan berpikir “out of the box” secara cerdas. Bahwa sinergi cinta antara guru dan murid bisa menghasilkan 300% bukan 100% seperti om Bebby bilang. Fatin didoakan menjadi penyanyi berjilbab Indonesia generasi awal. Yang kelak jika ia tampil semua orang sepakat dan ingat. Ia terlahir dari ajang XFI perdana di Indonesia. Bahkan dani sekarang rela jika Fatin jadi juaranya. Dan ini perlu diacungkan jempol karena ini penting untuk menepis issue miring XFI tidak fair dan direkayasa memenangkan kontestan tertentu. Ucapan Ahmad Dani membuktikan bahwa keempat juri sangat memegang teguh aturan main ajang ini yang bersih dan jujur. Karena ini tontonan yang disaksikan jutaan masyarakat indonesia lintas usia yang mereka harus berkorban tidur larut setiap malam sabtu. Dan anak-anak belia dengan rela memberikan Rp.2200/sms vote bagi idola mereka agar XFI tetap mengudara atas nama cinta. Dan mereka memang orang terpilih, musisi besar dibidangnya yang juga dimiliki Indonesia sebagai aset bangsa kita tercinta.

perahukertas

Bebby Romeo malam ini ga bisa tidak harus berkomentar jujur. Fatin bagus malam ini. Perahu Kertas menjadi lain dihidangkan Fatin. Kenapa lain? Karena Fatin menyanyikannya dengan karakter dan kekayaan jiwa yang ia punya. Tanpa topeng dan kepura puraan. Apa adanya. Ia sampaikan yang ia rasa dan punya. Unik dan pasti berbeda dengan Ayunda. Ini bukan bilang Ayunda jelek. Keduanya bagus. Bagai bunga indah setaman. Namun mereka beda warna. Dan ini kecantikan alam yang harus kita hormati. Biarkan mereka mekar di batang pohonya masing masing. Karena warna yang berbeda akan menambah indahnya suasana. Karena sejatinya perbedaan itu menimbulkan sensasi keindahan. Bagai Indonesia dengan beragam etnis, suku, agama dan ras yang punya keinginan yang sama. Hidup berdampingn. Indah dan harmony. Itulah kenapa kita disebut negara jamrud katulistiwa. Dan ajang XFI-telah membuktikan itu. Bahkan Om Bebby Romeo ga malu mensejajarkannya dengan pentas X-Factor dunia. Dan Blog ini telah dibaca lebih dari 3000 pembaca setia di 25 negara. Mereka selalu visit setiap selesai Gala show edisi terbaru. Silahkan klik Flag Counter, history aksesnya dan penyebarannya. Dan Fatin telah menjadi icon ajang ini di tingkat nasional dan manca negara. Ini yang kita sebut kemenangan sejati dan bisa berkorelasi atau tidak dengan SMS pemirsa. Anggun benar dengan kata kata anggunnya. Ga relevan lagi sekarang bicara Fatin juara atau tidak. Kelak waktu dan sejarah yang akan membuktikannya. Kita harus sabar menunggu. Agar bunga itu merekah indah, semerbak mewangi penuh pesona. Anugrah dari Tuhan untuk Indonesia yang kita cinta. Terima kasih Fatin hadirmu memberikan banyak inspirasi kebahagiaan. Dan itu bukti nyata ia salah satu mutiara katulistiwa itu yang kelak akan bersinar menghiasi setiap moment indah yang semua orang menantinya dengan setia. Tanpa dipaksa. Karena cinta lahir dari ketulusan kita memberi. Heart to heart. Dari hati ke hati. Dan hati punya channel komunikasi uniknya sendiri. Yang ga perlu kita katakan. Tapi cukup kita rasakan.

Puteri Fatin di facebook juga dapat support penuh dari malaysia dan mereka vote dukung Fatin. Mereka juga bilang Indonesia harus bangga telah memiliki Fatin. Jadi terkenang Diva Malaysia legendaris yang melegenda, Siti Nurhaliza yang bermula dari suara merdunya berjualan kue dari desa ke desa. Lagu Perahu kertas benar. Hidup ini keajaiban cinta. Kini Fatin memulai karir yang masih panjang dan kini ga penting Fatin menang atau tidak. Sejatinya ia telah menang di hati pemirsa. Jutaan masyarakat Indonesia yang menanti keluar albumnya. List lagunya aja belum disusun. Dah minta album. Lucu juga neh penggemar. Karir yang sangat panjang. Dan Insya Allah terbentang. Membahagiakan sekaligus menantang. Bagai lautan samudra yang luas dan dalam yang akan diarungi perahu cintanya. Dengan semua badai rintangan dan cobaan. Derasnya gelombang komentar dan persepsi banyak orang yang menggulung. Bagai perahu kertas yang harus siap berlayar sungguhan bukan mainan. Dan ia siap dan bertekat menjalaninya. Sekuat kuda kuda karateka sabuk hitamnya. Semantap tatapan mata tajamnya yang tak pernah ragu. Dengan kerendahan hati dan hati permadaninya yang menggurat hati orang untuk sayang. Sesiap ia belajar semua lagu genre baru. Dengan dua sayap cinta sabar dan syukurnya yang tak pernah patah. Dengan anugrah Tuhan pada kecantikan fisiknya dan kemanisan suara, aura tajam ketulusan dan karakter jiwanya yang ceria mempesona. KEEP WALKING AND SAILING TOWARDS YOUR BEAUTIFUL LIFE PRINCESS …

To be continued …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s