Fatin dan Fatinistic Dimulainya Legenda Keindahan Cinta

Malam Gala Result tanggal 24 Mei 2013 itu kembali AA Ahamad Dhani bertanya : “Fatin kamu mau juara berapa?”. Pertanyaan yang selalu diulang ulang. “Aku tidak terlalu berambisi, Do The Best Aja”, jawab Fatin polos. Jawaban yang sederhana tapi indah terasa. Dan sejarah hidup Fatin pun malam itu mulai ditorehnya. Dalam buku catatan sejarah emasnya. Menjadi juara X-Factor Indonesia perdana. Kebahagiaan, keharuan, kegembiraan dan kesyukuran semua orang yang sayang padanya pun tumpah ruah menjadi satu. Ending yang indah dari kisah cinta yang terajut sejak gadis belia polos dan sederhana itu terlihat nekat ikut audisi XFI oleh publik Indonesia. Sejatinya legenda keindahan cinta Fatin dan Fatinistic pun baru akan dimulai. Karena seperti Fatin bilang XFI adalah sebuah “Gerbang yang Besar” dari pejalanan karirnya menjadi penyanyi berkarakter cinta di persada indonesia, dan semoga menjadi duta cinta belahan dunia.

Karakter cinta itu menyatukan. Sifat benci itu menjauhkan. Sejatinya dalam diri kita Tuhan memberikan karakter cinta sama besarnya kepada semua orang. Perjalanan waktu dalam lingkungan sosial kita melapisinya helai demi helai dalam struktur kepribadian kita. Kebeningan hukum nilai yang melapisi fitrah manusia dalam lapisan itu akan membiaskan aura kita yang akan diterima oleh jiwa orang lain. Apakah pola kemanisan atau sebaliknya. Oleh karena itu menjadi jujur, sederhana dan apa adanya selalu membuat nyaman sebuah sosok dihati. Seperti wajah bayi yang “unyu-unyu” yang menjatuhkan cinta setiap orang yang melihatnya. Agar ia menerima cinta dan sayang sebagai hukum alam yang Tuhan berikan sehingga sejarah manusia itu dapat berkelanjutan melahirkan generasi baru bersama keindahan cinta.

fatin

Cinta bukan hanya sebuah kata. Cinta adalah sebuah pekerjaan memberi dalam bentuk apa saja yang dibutuhkan orang yang kita cintai untuk mencapai cita kebahagiaannya. Sebuah kebahagiaan dengan keseimbangan antara kebutuhan akal, jiwa dan fisiknya (mind, soul and body). Mulai dari memberikan perhatian, penumbuhan, perawatan dan perlindungan. Pada pekerjaan terakhir melindungi, lahir sebuah rasa kecemburuan. Sebuah kekhawatiran jika orang yang kita sayang akan mengalami kesedihan dan layu sebelum berkembang. Jika pekerjaan cinta ini berlangsung cukup dalam rentang waktu akan melahirkan rasa sayang yang berujung pada sebuah kedalaman yang dinamakan kesetiaan.

Untuk mampu mencintai dan dicintai kita memerlukan sumber cinta. Karena pekerjaan cinta butuh tenaga dan kekuatan tekat di hati. Orang yang kaya hati akan mampu memberi. Hati yang memiliki sumber cinta dari Tuhan, Cinta dari orang yang dicintai Tuhan dan cinta dari pekerjaan yang kita cintai karena mampu mendistribusikan cinta Tuhan. Hati yang memiliki channel doa dan mengadu padaNya Sang Maha Pengasih dan Penyayang.

Kekuatan cinta itu berbanding dinamis dengan proses kejadiannya. Pertama adalah terpesona, cinta tidak harus memiliki, cinta harus memiliki dan cinta memaksa harus memiliki. Grafik power tertinggi ada pada cinta tidak harus memiliki, kemudian meluruh turun pada cinta harus memiliki hingga bisa bernilai negatif jika memaksa harus memiliki. Mulai dari bergetar cetar jika namanya disebut hingga sesuatu yang dicinta sampai mendominasi semua sisi kehidupannya. Cinta tidak harus memiliki inilah yang dikenal dengan sebuah terminologi “mencintai dengan sederhana”.

Jika digambarkan bangunan, maka cinta memiliki arsitektur dasar, tiang dan atap. Dasar cinta adalah cinta misi. Melakukan pekerjaan cinta untuk menumbuhkan orang yang kita sayang secara tulus tanpa balasan. Cinta tersejati yang diberikan Tuhan pada seorang ibu bagi anaknya, guru pada muridnya, sahabat pada soulmatenya, Nabi pada umatnya. Cinta ini terkadang tidak berbalas. Cinta yang penuh pengorbanan dengan ukuran kebahagiaannya cukup jika melihat orang yang kita sayang tumbuh berkembang, bagai bunga yang mekar indah pada waktunya. Tiangnya adalah cinta emosi, aliran energi cinta dari pencinta pada yang dicintainya di dasar hati. Seperti cuaca terkadang sedih, seru, haru dan berbunga biru. Dan cinta terakhir adalah cinta pada kebutuhan fisik dan materi karena memang kita masih hidup diatas materi bumi.

fatinExpresi Cinta Fatinistic Di Dalam Laut, Klik untuk lihat video

Semua ungkapan cinta itu terangkum indah dalam terminologi cinta. C_erita I_ndah T_anpa A_khir. Atau ungkapan LOVE dari dunia sana untuk L_oyal to the nature principle, O_bey to the our deepest heart feeling, V_ictory to our beloved and E_nlighten for All. Cinta membutuhkan kesetiaan pada prinsip penumbuhan. Dan menjadi orang yang dicintai punya tanggung jawab atas pekerjaan cinta yang orang lain berikan. Menjadi lebih baik dari waktu ke waktu dengan belajar untuk memperbaiki mental berfikir dan prilaku. Memupuskan kebosanan dengan saling belajar dan mejandi pribadi pembelajar. Untuk setia pada niat kita pada awalnya saling membahagiakan bukan untuk merusak dan mempercepat layunya karena kebosanan yang berujung kebencian. Kemenangan cintanya ada pada kebahagiaan orang yang kita sayang sehingga memancarkan cahaya keindahan cinta yang menyatu dengan keramahan alam tempat kita tinggal yang disediakan Tuhan. Sang Pemilik Cinta.

Semua dimensi cinta yang tidak mungkin dapat diuraikan semua kelok sungainya dalam kata-kata sehingga “more than words” banget, telah dilalui dengan seru dan haru oleh Fatin Shidqia dan Fatinisticnya. Semua melakukan pekerjaan cinta, memberikan apa yang kita punya untuk saling membahagiakan. Membuat setiap malam Sabtu menjadi hari yang begitu dinanti. “Fatin and Fatinistic Days”. Pengorbanan yang tulus dilakukan diatas kesederhanaan cinta. Menuju Fatin juara. Karena menjadi juara XFI akan sangat membahagiakan Fatin yang dengannya ia pun dapat bahagiakan orang yang ia sayang dan mencintainya. Termasuk Fatinistic didalamnya. “Fatinistic aku sayang kalian semuanya..” seperti dalam akun twitternya @FatinSL atau ketika ending penyematan juara XFI dengan terbata Fatin sampaikan “Terima kasih semuanya..”.

fatinwiki

Cinta misi, jenis cinta power terkuat itupun dilalui dengan vote sms yang hanya penyelenggara XFI yang tau berapa jumlah sender dan rupiahnya. Biarlah itu menjadi kenangan indah toh kebahagiaan tidak bisa diukur dengan materi. Fatin pun mencoba dengan segala keterbatasannya sebagai gadis belia yang harus mulai kuliah musikalitas dari SKS awal. Terkarantina dan terisolasi dari semua kesenangan keremajaanya. Memilih untuk bisa layak dicintai oleh Fatinistic yang begitu sayang padanya. Yang begitu melindungi dan memiliki “kecemburuan tingkat tinggi” untuk menghalau semua keraguan yang ditanamkan Hater pada hubungan cinta mereka. Semua itu terangkum dalam lagu kemenangan di malam kemenangan “Aku Memilih Setia”. Sebuah pernyataan kesetiaan Fatin dan Fatinistic untuk selalu bersama dalam sebuah keluarga Cinta. Yang menyatukan hati bukan hanya di seluruh pelosok desa nusantara, tapi merajut cerita cinta 62 negara di lima benua.

Terima kasih Fatin dan Fatinistic. Untuk sebuah kebahagiaan yang begitu sederhana ditengah banyak cerita kesedihan di negeri jamrud katulistiwa. Terima kasih untuk setetes air mata keharuan atas ketulusan cinta yang mampu ditorehkan dalam sebuah legenda keindahan cinta yang sejatinya baru saja dimulai. Karena legenda keindahan cinta Fatin dan Fatinistic masih panjang untuk bersama mendendangkan lagu cinta dan persaudaraan, ketabahan dan kesabaran, kesyukuran dan saling menghormati. Karena cinta adalah kebutuhan kita semua sebagai anak bangsa, karakter dasar negeri indah ini indonesia. Untuk kita bisa tunjukan pada dunia bahwa aset sosial cinta kita adalah yang terbesar di jagat raya. SPECIAL THANKS TO FATIN AND FATINISTIC, DIVA ROSSA, ALL XFI MENTORS FOR EVERYTHING …

2 thoughts on “Fatin dan Fatinistic Dimulainya Legenda Keindahan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s