Fatin dan kelembutan cinta dibalik “KekasihMu”

Di hari hari perdana bulan suci penuh cinta, Putri Fatin Shidqia menyuguhkan single baru “KekasihMU”. Hadow Daku agak telat mendengarkan lantunan suara lembut menyentuh hati itu, karena pas ketemu link youtube dari “Bang Sony” sudah dari 15 ribuan orang lebih dahulu menyerbunya. Suka atau tidak kehadiran Putri Fatin telah menggoreskan pena dan melukisakan warna kehidupan musikalitas kita. Ada yang menjadi jingga bertambah cinta, membiru semakin rindu, warna terang telanjur sayang hingga semua warna pelangi yang mebuat hari hari semakin wangi. Ada yang mebuang jauh jauh kebiasaan download gambar dan suara desahan yang hitamkan hati menjadi buram, setelah mendengarkan lantunan sederhana Fatin serta makna dalam yang perlahan memutihkan hatinya. Menjadi lebih terang memandang jalan kehidupan yang luas terbentang.

Entah apa yang dihidangkan Dedek Fatin dalam mengolah vokal untuk disampaikan. Bahasa tubuh akan direspon indra. Bahasa pikiran akan diterima akal dan tersimpan dalam memory. Bahas jiwa akan diterima hati. Ketiga instrumen kemanusiaan kita itu punya jalurnya masing masing. Menghidangkan santapan hati butuh kekuatan dan transfer energi dari hati yang punya keinginan dan kekayaan untuk memberi. Ini dasar cinta yang paling mendasar. Jika berlangsung lama dan menjadi kebiasaan karena memiliki sumber cinta yang kuat, maka tampungan cinta hati akan tetap terisi penuh. Siap untuk diberikan kapan saja jika orang membutuhkan. Proses inilah yang membentuk sebuah siklus ketulusan. Rasa pamrih dan ingin dipuji walau tersembunyi sangat halus dalam bahasa kemanusiaan kita akan tetap terditeksi dalam pola sentuhan hidangan lantunan dalam hati kita pendengarnya.

kekasihmu

Semua diri kita ingin begitu. Ingin menjadi pencinta sejati. Memberikan tanpa pamrih. Menggapai keberartian diri sebagai alas yang nyaman untuk bersandar diatasnya sebuah makna kebahagiaan. Sebuah rasa yang membutuhkan kejujuran hati dan apresiasi yang juga jujur dari orang lain. Namun menjaga siklus ini tidak mudah karena kita butuh sumber cinta untuk kita bagikan walau dalam bentuk pekerjaan yang bisa jadi sederhana. Misalnya memberikan senyum yang manis. Senyum yang terkirim didalamnya rasa sayang bagi sesama. Kebahagiaan orang yang diberikan senyum merupakan keberartian kita. Ekpresi senyum yang manis walau tanpa biaya uang tidak bisa kita berikan sembarang waktu dan tempat. Ia butuh kekayaan jiwa. tergantung Energi cinta yang tersisa dalam dada. Apatah lagi menyampaikan pesan dalam komunikasi lagu yang sarat makna cinta.

Kecakapan ini butuh latihan yang panjang. Mendidik karakter jiwa untuk tidak terjebak pada reputasi, apa yang orang pikirkan. Tapi berpusat pada karakter apa yang bisa kita berikan pada orang lain. Berhadapan dengan karakter terlatih untuk mencintai seakan hati kita terbombardir panah cinta, sayang dan penghargaan. Dan kita membuka hati, pikiran dengan nyaman. Karena panah itu menjatuhkan cinta kita. Energi hati kita akan terajut secara natural untuk menjalin sebuah hubungan yang mendudukan jiwa kita pada kesetaraan dalam cinta yang dianugrahkan Tuhan. Maka suara natural dan pesannya akan meretas pelan menyentuh hati, membentuk makna untuk suatu saat akan kita bisa jadikan tekad, niat dan pekerjaan cinta kembali dalam balutan waktu yang penuh kebaikan dan pesona yang kita rindukan selama ini.

Mungkin tidak bisa lagi jemari ini manulis untuk menggambarkan betapa hati kita merindukan untuk menepis semua awan penghalang curahan cinta Tuhan karena banyak kelalaian kita untuk melakukan yang seharusnya. Untuk kembali menemukan kesucian dan kebeningan hati. Bercermin agar kita bisa menilai diri seberapa on track perjalanan kita menuju keridhoan Tuhan. Sanggup bercita cita untuk berjalan menuju kesucian itu walau saat ini penuh noda. Berkarya untuk menjadi kekasih Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Yang Sayangnya melebih kemurkaanNYA. Yang menjadikan niat untuk berbuat kebaikan saja sudah bisa sama kebaikannya dengan amal yang bisa jadi belum terlaksana karena kelemahan kita. Selamat datang bulan suci, selamat datang bagi jiwa yang ingin membersihkan diri. Untuk sempat meneteskan air mata yang menyirami semua dasar hati agar kembali bersemi cinta. Untuk menampung derasnya kebaikan yang Tuhan curahkan di bulan penuh ampunan, cinta dan keselamatan. Untuk kita berikan dalam karya cinta yang hanya Tuhan yang tahu mana yang paling IA suka yang memasukan kita kedalam syurga bukan karena amal kita yang sedikit tapi karena jalan yang kita tempuh semakin mendekati Ridho dan Cintanya yang Luas Tanpa Batas.

Selamat menikmati lantunan indah “KekasihMU” yang menghiasi kesibukan ibadah kita yang semoga menjadi semakin sempurna karena kehendakNya. Terima kasih Dedek Fatin Shidqia dan Fatinistic yang semoga Allah terus menjaga kebeningan hatimu, cinta di rumah cinta ayahanda Bahari Lubis dan Bunda Nurseha dan seluruh orang engkau cintai dan yang mencintaimu di taman cinta. SPEECHLESS…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s