Fatin Shidqia dan Kemerdekaan Cinta

Pagi ini luar biasa. Baca kompasiana cari info tentang celoteh Fatinistic yang seru. Maklum abis lebaran masih belum selesai mendatangi sanak saudara, merjajut tali kasih sayang agar hidup berkah berumur panjang. Dua hal yang paling menonjok hatiku hingga menetes air mata haru. Liat gambar Neng Fatin hormat grak dibalik pesan persatuan di hari kemerdekaan dan penegasan jati diri Fatinistic Keluarga Cinta. Satunya lagi tulisan salah seorang suhuku Mas Arief tentang ketulusan hati Ka Indy Ayu yang memancarkan perlunya kita belajar memiliki hati bening, indah nya senyum yang tulus, sedekah berkah yang murah dan mudah. Jika cinta bergemuruh di dada. Menjadi kekuatan yang dasyat untuk bisa belajar memuliakan jiwa kita manusia.

Kabahagiaan butuh kemerdekaan. Agar hati tulus memberi. Agar senyum bisa menggurat hati. Menumpahkan hujan haru biru menyuburkan dasar jiwa dan singgasana hati. Memupuskan jerat syarat yang membuat hati menjadi pamrih atas semua hal yang kita berikan. Aku bahagia jika a,b,c hingga z. Membiarkan hati kita diremote oleh syarat yang banyak membuat jiwa menjadi mudah cemberut. Membutakan mata untuk melihat dan merasakan curahan sayang Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang tidak tehitung jumlahnya. Walau semua pohon menjadi pena dan tujuh samudra menjadi tinta.

merdeka

Memutuskan jerat jerat pamrih itu perlu perjuangan. Belajar untuk tidak mencari pujian dalam melangkah sekaligus menghalau ketakutan kita untuk takut dipuji apalagi dihina. Bisa jadi terkadang terjatuh. Bangkitlah kembali menjadi jiwa yang merdeka. Karena merdeka itu butuh perjuangan, pengorbanan, keringat, darah dan air mata. Seperti semua pahlawan yang senantiasa kita doakan. Baik yang dikenal atau tersembunyi dibalik debu debu perjuangan meraih kemerdekaan yang kita rasakan saat ini.

Sebuah senyum sederhana yang selalu Fatin usahakan tersembahkan. Dibalik peluh, lelah dan berpacunya waktu sekolah, bekerja dan mencintai sebanyak orang yang ia sayang yang bertambah banyak dari waktu ke waktu. Jelas hati ini bisa menditeksi adakah nilai ketulusan dibalik manisnya senyuman. Semua itu butuh energi cinta dan kemerdekaan jiwa. Yang hanya bisa subur dengan usaha keras, menahan kesombongan diri dan mohon doa agar Tuhan memberi arah jalan kupu kupu yang indah diatas keterbatasan dan kelemahan kita manusia.

smile

Pagi ini cerita tentang Fatin, kejujuran Mas Arief dan Ka Indy Ayu meneteskan air mata haru. Di bulan penuh anugrah agar terjadi perbaikan dan peningkatan cinta buat sesama. Di tengah hiruk pikuk teriakan “merdeka” dan kebahagiaan masyarakat Indonesia serta perjuangan cinta untuk bisa bersatu dan bersaudara bagi bumi Mesir yang pertama kali memberikan senyum pengakuan kemerdekaan yang kita nikmati hingga kini. Semoga cinta dan persatuan selalu menaungi negeri jamrud katulistiwa, tempat kita lahir, tumbuh dan meberikan karya terbaik kita sebagai anak bangsa.

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, Kemerdekaan Cinta dan Kebahagiaan indahnya pakaian persatuan yang begitu mahal terajut indah dari benang benang ketulusan cinta.
Jayalah Indonesiaku, Jayalah Negeriku, langgenglah cinta Fatinistic, Fatin Shidqia, Dan Musikalitas Indonesia. MERDEKA …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s