Fatin dan Bunda Nurseha sebuah cerita di Hari Ibu

Pagi itu tanggal 22 Desember lalu, putri mungilku yang lucu itu tiba tiba menghampiri ibunya yang menjadi kecintaanya. Mencium pipinya dengan manja. Mengucapkan sepatah kata dengan pelan. “Selamat Hari Ibu ya Bu”. “Terima kasih ya”, jawabnya penuh haru. “Saatnya hadiah… dengerin semua ya”. Entah belajar dari mana ia mulai melantunkan lagu “Bunda” nya Bunda Melly Goeslaw.

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku slalu dimanja ….
(hingga selesai).

Setelah selesai bernyanyi dan mendapatkan ucapan terima kasih dan tepuk tangan kita semua ia berlari menghampiri. “Ayah kapan ya Ka Fatin nyanyikan lagu Bunda”. Itu lagu kesayangannya. Aku terdiam sesaat. Ia bertanya persis harapanku yang pernah tertulis dalam beberapa tweet. Harapan sama yang beresonansi. Semoga Dedek Fatin kelak membawakanya pada even manis tertentu, atau sekedar membawakanya di Sound Clouds nya. Dulu ketika Fatinistic bertanya lagu apa yang untuk dinyanyikan pada even request lagi di X-Factor. Saya membalasnya dengan request lagu Bunda Melly ini.

Ada juga lagu jadul “Kasih Ibu” karya SM. Mochtar yang tak pernah tua tentang Bunda yang suka dinyanyikannya. Meski ia tidak bercita cita menjadi penyanyi seperti Princess Fatinistik itu. Ia mau jadi reporter katanya. Wah inget Om Arief Firhanusa Guru Menulisku itu.

Kasih Ibu Kepada Beta
Tak Terhingga Sepanjang Masa
Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Bagai Sang Surya Menyinari Dunia.

Walau saat tulisan ini ditulis sudah tanggal 23 menjelang 24 Desember 2013, ga telat kan nulis tentang Ibu atawe Bunda kita. Kalau sayang sama ibu cuma sekali dalam setahun sedikit sekali waktu untuk membalas kebaikannya yang luas tak berwaktu. Didalam dekapan ibu kita kita bisa menjadi diri sendiri tanpa ada rasa takut dan khawatir tida diterima. Karena Tuhan telah menanamkan banyak kasih sayang dalam hatinya. Agar cukup bagi kita untuk tumbuh menjadi besar sebagai takdir keberlangsungan sejarah kemanusiaan.

bunda

Ibu menyandang kerhormatan dan kemuliaan tiga kali lebih besar dari seorang ayah. Ia adalah tiang keluarga, masyarakat dan negara. Ditelapak kakinyalah berada syurga. Sebuah tamsil bahwa kebahagiaan perjalanan hidup seorang anak berbanding lurus dengan kelapangan hatinya. Sehingga sayang kepada ibu bukan kebutuhan ibu yang tidak pernah menagih setetespun air susunya. Yang mampu mengubah orang lain yang bukan siapa siapa kita jika pernah mengalir air susu ibu kita akan menjadi saudara kita. Berbakti pada ayah bunda adalah kebutuhan kita. Agar kebaikan yang banyak melingkupi semua sisi kehidupan kita. Atas kesukaan Tuhan yang bergantung pada kerelaan bunda.

Begitu juga ketika putri kecil kita kelak membesar. Jika ia mampu menjaga sumber cintanya dari Tuhan, Ibu sebagai mahluk yang Tuhan sayang dan keluarga serta sahabat terbaik yang ia punya. Ia mewarisi kekuatan itu untuk diberikan pada suami terkasihnya kelak. Yang bisa menjadi dirinya apa adanya dihadapan permaisurinya. Agar semua kehebatannya yang tersembunyi bisa memancar untuk memberikan manfaat kebaikan bagi sesama. Dalam peran menjadi apapun kita. Dibalik seorang laki laki yang hebat, ada wanita hebat disampingnya. Dan dibalik seorang wanita yang hebat ada seorang Ibu yang juga hebat disisinya.

Dibalik tumbuhnya Dedek Fatin menjadi sekarang, ada Bunda Nurseha yang bersahaja dengan sorot mata penuh makna. Menemaninya audisi, menguatkannya ketika bootcamp, memberinya nasehat untuk menghormati bunda Teh Ocha sebagai ibu keduanya. Menemani kemanapun ia pergi untuk setia menjaganya dalam pembuatan film, tampil mempersembahkan lagu cintanya pada Fatinistic, Fatinlover dan Musikalitas Indonesia. Tidak banyak cerita tentang pribadi Bunda Nurseha. Namun di hatinya mesti ada cinta yang dalam. Karena cinta sejati terkadang tidak perlu dijelaskan dengan kata kata. Kita hanya perlu tahu bagaimana ia bekerja memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan menjaga jiwa, akal dan raga kita.

Selamat hari Ibu semuanya, terima kasih Ibu atas semua cinta yang terlahir dari ketulusan jiwa. Bagi perjalanan panjang mencapai cita keberartian kita. Foyya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s