Fatin, lulus SMA dan Universitas Kehidupan

Beberapa minggu lalu saat heoboh kelulusan SMA. Corat-coret baju putih menjadi warna warni tulisan nama selalu menjadi expresi gembira ceria. Agenda rutin setiap tahun. Tak terkecuali Pricess Fatin Shidqa. Akhirnya lulus juga bersama teman sperjuanganya di SMAN 97 Jakarta temasuk Captain Bala, semacam nama tak resmi beberapa sahabat Fatin. Dari beberapa wawancara rencananya Dedek Fatin akan melanjutkan kuliah mengambil jurusan performing art studies. Dari namanya sih mungkin banyak berhubungan bagaimana mengelola sumber daya seni yang kita miliki dalam menampilkan performa yang keren pada pemirsa, smoga.

Tulisan ini sebenarnya dah berlalu eventya karena saat ini pun sudah mulai masuk aura pllpress Juli mendatang. Beritanya dukung mendukung dua kandidat putra putra terbaik bangsa. Semoga terplih kelak pemimpin negeri yang perhatian sama pendidikan di negeri ini. Sebagai akar karakter bangsa. Agar sekolah menjadi bagian kehidupan yang selaras. Tempat terceria kita belajar apapun yang menjadikan kita kontributor utama perbaikan diri, keluarga dan semua orang yang kita cinta.


malukeren


Walaupun Dedek Fatin baru lulus SMA, dan melanjutkannya ke Universita yang kita belum tau namanya. Ia sebenarnya baru lulus juga dalam kuliah menjadi penyanyi di ajang X Factor sebagai salah satu fakultas universitas kehidupannya. Sebuah sekolah tanpa nama tapi sarat dan padat akan pembelajaran, ujian, kembali belajar dan seterusnya hingga jatah waktu singkat yang Tuhan berikan kita tuntaskan. Hingga nisan kita tertulis dan mau diingat sebagai apa kita oleh semua orang yang kita cintai.

Para motivator sering sarankan kita melakukan metafora untuk menuliskan mau jadi apa kita dikenang ketika kita wafat. Oleh orang yang kita cintai. Agar kita temukan apa yang paling penting dalam hidup untuk kita realisasikan segera tanpa menunda. Karena menunda sering menabung derita. Karena waktu adalah sumber daya yang tidak tergantikan. Karena setiap waktu yang kita nikmati adalah hasil dari apa yang kita lakukan dimasa lalu. Dan apa yang kita tanam sekarang adalah panen yang kita tuai dimasa datang.

Ada hal penting dalam kuliah di UK (Universitas Kehidupan), setiap waktu yang kita jalani adalah pembelajaran itu sendiri. Mata kuliahnya adalah pilihan kita sendiri. Apa yang enak menurut selera. Ataukah berat sesuai cita cita. Pilihan pertama menghindari. Pilihan kedua menghadapi dengan prasangka baik bahwa ini adalah kemampuan baru yang akan dibutuhkan dalam meraih cinta keberartian dan kebahagiaan kita di masa depan. Kapasitas diri yang Tuhan siapkan untuk siap menerima anugrah lebih besar yang butuh untuk kita syukuri. Ujiannya adalah sabar dalam rentang waktu itu. Melakukan semua hal dari masukan orang tebaik disekitar kita. Dalam setiap debar kekhawatiran dan datangnya apa yang kita harapakan dalam bentuk kesuksesan. Oleh karena itu kesuksesan itu adalah titik waktu tertentu dalam setiap pergantian ujian lama memasuki ujian baru. Begitu seterusnya.

Ada yang menarik dari salah satu budaya Jepang terkait keberhasilan dan kegagalan. Mereka lebih suka bertanya berapa banyak anda mengalami kegagalan dan bangkit lagi dibandingkan berpa kali anda berhasil. Mereka ingin memastikan apakah keberhasilan yang kita lakukan adalah kebetulan atau dari hasil pembelajaran hidup, kepahitan perasaan dan membangun kembali mentalitas berfikir untuk perlahan mencapai keberhasilan. Apa yang selaras dengan semua cita dan cinta kebahagiaan kita maka pekerjaan itu menjadi penting. Maka kebahagiaan akan lahir bukan pada saat kesuksesan itu tiba. Ketika kita mulai percaya diri dan bangkit, merasa berarti untuk menggapai cita-cita saat terpuruk untuk orang yang kita sayang maka lahirlah benih kebahagiaan itu. Tugas terberat kita adalah memelihara cita cinta yang akan kita capai tidak hilang dan menjauh dari pandangan kita.

Saat ini Dedek Fatin Shidqia telah lulus SMA untuk terus berjalan dengan kapasitas diri yang telah ditanamnya dulu, meraih kesuksesan dimasa depan dari apa yang gadis belia fatinistic ini pelajari, fahami dan terapkan sekarang. Mulai masa-masa disepelekan oleh teman temanya karena rada special, memutuskan berlatih karateka untuk melindungi adik kesayangannya. Memancangan cita citanya untuk menjadi penyanyi dan membayar pajaknya melalui banyak hal yang mencoba membuatnya terhenti. Jika itu dilakukannya di dasar hati ketulusan untuk bahagiakan orang tua, keluarga dan sahabatnya ia beresonansi pada hati hati yang lain untuk memberikanya apresiasi. Sebuah ruang dihati untuk mendengarkan dengan rela ekpresi lagu ketika ia bernyanyi. Keep Learning and loving princess Fatin.

One thought on “Fatin, lulus SMA dan Universitas Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s