Fatin My VRIO yang indah

Beberapa lagi jelang Ramadhan bulan suci mulia penuh makna. Semoga Tuhan berikan kita kesehatan, keberkahan dan kemudahan. Hampir sebulan ga hadir di dunia sosmed, terbenam di pekerjaan baru, tugas baru, amanah baru, ruangan baru, temen baru, pengetahuan baru, masalah baru. Kok Masalah?? Kata orang bijak masalah bermula ketika pikiran kita menamakannya masalah. Ada kekhawatiran tersendiri kita tidak bisa berikan yang terbaik. Atau ga sanggup ditertawakan orang jika gagal. Tapi kata Diva Anggun jika itu ada pada penyanyi malah bagus. Kita artinya ingin memberikan pemberian yang terbaik untuk orang yang kita sayang. Secara alam bawah sadar kata pakar psikologi, manusia akan cenderung memusuhi sesuatu yang asing baginya.

Jadi inget Princess Fatin, Putri jelita nan ceria Fatinistic itu. Dia juga mengalami hal yang lebih berat dariku. Pake kaos sekolah pertamanya. Berdarah darah belajar ditengah sorotan lampu terang, dan jutaan pasang mata memandang. Saat ini persis selepas XFI tahun lalu juga jelang puasa. Membawa beban yang berat sebagai penyanyi berjilbab generasi pertama. Tapi ada yang beda saat ini telah ada kesuksesan yang tertoreh. Platinum dan Piala AMI Award di tangannya. Jika Dedek Fatin kecil yang bertransformasi menjadi Neng Fatin, seorang mahasiswa yang juga pendatang baru negeri yang diakui saja bisa. Semestinya Akupun harus bisa. VRIO banget emang Dedek Fatin. Apalagi tuh VRIO?

Dalam ilmu manajemen ada kerangka kerja yang disebut VRIO kepanjangan dari Value (nilai keunggulan), Rarity (unik dan langka), Immitate (mudahkah ditiru/diduplikasi?) dan Organize (pengorganisasian secara utuh). Semakin seseorang atau sebuah perusahaan memiliki nilai keunggulan yang dibutuhkan, unik tidak banyak orang punya serta tidak mudah dijiplak, jika dikelola dengan baik akan menghasilkan keberhasilan, kesuksesan dan keberartian yang luar biasa. Memang tidak mudah membalik tangan. Tidak secepat mimpi orang yang memusuhi kelelahan. Ia perjalanan panjang seperti pengasahan intan yang berasal dari samudra yang dalam.


fatinwithocha

Oleh karena itu mengetahui keunggulan diri kita sejak dini adalah penting. Karena waktu untuk mengasah, menyirami, merawat dan melindungi hingga berbuah manis, ranum dan mencukupi kebutuhan banyak orang sangat terbatas. Pakar di Harvard mengatakan rata-rata orang biasa butuh waktu delapan tahun untuk mencapai masa panen itu. Terus fokus tidak berpindah. Jangan berprilaku bagai kutu loncat yang akhirnya harus mulai dari nol lagi, dari nada C lagi. Memilih dan menyadari nilai keunggulan diri, dan “eye catching and listenting” karena begitu berbeda adalah penting bagi semua orang. Seyogyanya kita saling berbagi, memberi untuk sama sama kita menemukan itu. Sama-sama menyemai itu manjadi panen yang membuat kita menjadi pribadi, keluarga, masyarakat dan negara yang menjadi syurga di jamrud katulistiwa.

Fatin is my VRIO. Fatin is Fatinistic’s VRIO. Ia mungil, jenaka, walau sudah beranjak remaja lewat 17 tahun, terkadan kejenakaanya sesekali muncul juga. Mungkin itu sinar permata pribadinya yang pertama dilihat seluruh pemirsa. Degan modal terbatas, ia yakin akan talenta dalam dirinya. Dan semua yang dilalui adalah kuliah di universitas kehidupannya. Keunikan sikap dan sosok mata berbalut busana teduh adalah ciri yang memperkuat keunikan suaranya. Semau hal itu terangkum dalam pengelolaan karir yang baik dan tidak main. Jadilah ia sesuatu. Yang disayang dan dicinta banyak orang. Fatinstic pasti ring satu di hatinya.

Ada kejadian yang baru saja terjadi di ajang Battle Royale yang baru saja berakhir di MNC Channels. Ketika jalan cinta dilantunkan beserta AA Husein yang juga bertalenta. Ia menolak uluran tangan Husein dalam mengekspresikan lagu cinta. Sebuah pilihan sulit bagi seorang pendatang baru yang bergelimang pujian dan hujatan. Dedek Fatin berhasil untuk menjadi dirinya sendiri. Sekaligus ia konsisten menjadi unggul dan berbeda dan mencari kejadian itu pasti langka. Ini memang mengundang perdebatan dengan latar belakang dan sudut pandang yang luas membentang. Kita tidak membahas itu. Tapi ia menunjukkan dirinya sebuah pribadi sederhana yang layak dipercaya dan layak dicintai. Terutama Fatinisitc yang setia menanti album religi terbarunya. Sebuah jalan cinta sungguhan telah ia suguhkan. Lebih merdu dan menyentuh daripada dendang lagu yang memang sudah mampu membuat hati ini biru.

Tetaplah menjadi dirimu Princess Fatin, karena Fatinistic mencintaimu apa adanya bukan dasar KARENA, tapi WALAUPUN dirimu tidak sempurna. Selamat jelang bulan suci Ramadhan. Mohon maaf Lahir dan Batin yang paling ceria … Foyya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s