Fatin dan SEPIA tahun 2014, Berhasilkah?

Tahun 2014 telah tiba dan 2013 pun berlalu dengan semua peristiwa dan kenangan baik yang sedih maupun gembira. membalut alur kehidupan kita. Munculnya putri Fatin dan Fatinistic hingga menjadi jawara XFI perdana, merilis album dan buku Fantastic Fatin, sound track film serta beberapa award menghiasi bunga rampai tahun lalu. Film 99 CDLE sendiri hampir menembus 1 (satu) juta penonton sebagai film terlaris di tahun 2013 dimana Dedek Fatin menjadi kameo disana. Di Tahun 2014 atau sequel ke dua film itu Fatin akan diberikan peran yang lebih besar janjinya. Ada SEPIA disana.

Hari ini 2 Januari 2014. Akan kemana Fatin di tahun ini setelah sukses bersama ayah, bunda dan sahabat “Capt Bala” selesai merayakan dengan sederhana pergantian tahun dengan anugrah tanpa job menyanyi sepert yang Dedek Fatini impikan jauh-jauh hari. Pertanyaan yang tidak bisa kita jawab dengan pasti. Karena semua peristiwa yang tidak pernah ada cerita kebetulan ini sudah tercatat sebagai rahasia perjalanan waktu kita sebagai sebuah kehidupan itu sendiri. Juga ada SEPIA disana.

Kita adalah kumpulan waktu. Kita dan kehdiupan ada karenat Tuhan berikan kita waktu untuk dilalui. Bernilai atau tidak. Bahagia atau sedih pasti selalu ada sebagai kombinasi harmonis  dan baku hingga akhirnya waktu hidup ini berhenti. Sebagai ukuran bagaimana kita memberi makna dalam setiap detik hidup kita. Mengisi memori masa lalu yang cenderung kita memilih kejadian sedih, memori saat ini dimana waktu dan kita hidup serta masa depan yang menjadi rahasia yang bisa menjadi pelangi indah jika kita optimis dan percaya diri serta tau diri. Butuh SEPIA disana.

fatin no piracy

Siapa sebenarnya SEPIA?. Cantik dan tampankah jika ia adalah wanita atau pria?. Adakah hubungannya dengan Dedek Fatin atau judul lagu atau anak AA Dhani yang sudah tidak asing lagi?. Dari buku Pa Nggermanto APIK Bandung, SEPIA itu kombinasi kecerdasan yang kita butuhkan untuk gapai keberhasilan. S adalah Kecerdasan Spiritual (SQ), E adalah Kecerdasan Emosional (EQ), P adalah kecerdasan kekuatan (Power Quotient-PQ), I adalah Kecedasaan Intelektual (IQ), dan terakhir adalah A untuk Kecerdasan Aspirasi Cita (AQ).  Kombinasi yang seimbang inilah yang memancarkan pesona cahaya keberartian dan kesuksesan.

Untuk menggapai keberhasilan kita butuh cita cita yang tinggi(AQ) dengan menjalaninya dan memandang semua prosesnya adalah nilai kebahagiaan, keberartian, dengan kita bisa memberi kemanfaatan dimata diri kita, keluarga, orang lain dan Tuhan (SQ). Hambatan dan halangan selalu ada untuk memotivasi diri kita mengatasinya berbekal sumber cinta, doa dan aliran emosi yang bertenaga (SQ) untuk terus belajar meningkatkan diri melalui referensi terbaik, latihan terbaik dan guru terbaik(IQ) serta bersinergi dengan sebanyak orang yang sayang dan tulus bersinergi dengan kita gapai cita dan cinta(PQ).

Semanis apakah capaian Dedek Fatin di tahun 2014 akan berbanding dengan kemanisan SEPIA yang Putri Fatin, Fatinistic dan Fatinlover ajak dan mau menyertainya. Sebagai modal terbaik yang akan bertemu dengan keputusan Tuhan yang pasti baik dalam taman prasangka baik di hati kita. Karena jika kita tulus dalam jalan membahagiakan pasti Tuhan akan sertakan orang oragn terbaik yang juga tulus membantu kita. Karena Ketulusan adalah bahasa cinta yang beresonansi menembus batas ruang, jarak dan waktu sebagai rahasia kehidupan kita yang abadi.

Tidak terlalu berlebihan kan, jika kita berdoa, bekerja keras bagi kebangkitan musikalitas Indonesia. Dengan tidak meratapi kegelapan, namun menyalahkan sebuah cahaya walau seterang lilin. Bagi api cita dan cinta Keluarga Besar Fatin, Fatinistic, Fatinlover dan fanbase lainnya walau itu masih sederhana. Yang penting kita sudah melangkah. Meberi makna berarti pada waktu yang Tuhan sediakan. Selamat Tahun Baru 2014 semuanya, Foyaa.

Fatin dan Dasyatnya Kolaborasi Indonesia Jaya

Pagi ini begitu berbeda. Ada lagu Dedek Fatin kolaborasi lagu Nasionalis “Indonesia Jaya” buah karya Liliana Tanoesoedibjo. Alunan suara khas Putri Fatinistic itu berpadu indah dengan saudara seprofesinya para penyanyi muda berbakat: Citra Scholastika, Ayu Ting – Ting, Petra Sihombing, Agus Hafiludin (X Factor), BagasDifa, Chelsea Idola Cilik dan Angel Pieters. Menghasilkan harmonisasi. Menembus jiwa dengan bait lagu bak puisi bening yang mengalir, menggelorakan semangatku sebagai salah satu anak negeri. Putera bangsa yang terus belajar manjaga cinta dan bangga pada Indonesia.

Indonesia tanah kelahiranku
Nan indah permai kebanggaanku
Disini ku berdiri ikrarkan janji
Olehmu negeriku suci nan abadi

Negeriku jayalah bangsaku slalu
Engkaulah yang ku cinta
Segenggam harapan sejuta mimpi
Ingin ku abdikan padamu negeriku

Adil makmur
Untuk mu indonesia

Jayalah negeriku bangkitlah bangsaku
Angkatlah panjimu satukan mimpimu
Yang tak akan padam menggapai cita
Adil dan makmur sejahtera indonesia

Kuulang-ulang youtube Indonesia Jaya itu, mengantarkan memory masa lalu ketika diberi anugrah oleh Tuhan mengunjungi negeri-negeri seberang lintas benua. Yang membuatku sadar. Aku terlahir di negeri ini. Di negeri yang indah dengan semua kesederhanaan yang terbalut warna warni rupa, rasa, cara dan karsa. Dalam taman indah yang perlu waktu dan kerja keras kita menata warna-warni bunga-bunga itu menjadi keindahan mata, jiwa dan senyum bahagia.

fatinindonesiajaya


Klik untuk menampilkan Youtube Indonesia Jaya


Di negara manapun yang pernah kusinggahi. Tidak ada suasana kampung dan kota tempat aku besar, dimanja bunda dan belajar tentang kehidupan pada ayah dengan sorot mata pejuang. Mungkin tidak semegah dan seteratur kota besar canggih itu. Namin disana tidak ada kuliner multi rasa hasil bumi dan racikan tangan ceria dalam adonan kreasi kue warna warni. Dihiasi indah saling menghormati antara kebeningan agama tanpa harus mengotori dan mencampuri. Menemani roda kehidupan damai peribadatan suci keyakinan masing-masing kita anak negeri.

Sebuah lagu sesederhana apapun itu, tetap memiliki pesan dasyat yang akan menyatu dalam jalinan pola pikiran kita sebagai manusia. Mempengaruhi apa apa yang kita pikirkan. Membentuk aliran energi dalam otak kita yang memiliki permutasi dan kombinasi ide, gagasan yang dalam kondisi tertentu akan melahirkan kecemerlangan cita untuk kita gapai dengan sepenuh usaha kemanusiaan kita. Dan doa pada Tuhan sebagai penyedia fasilitas yang terbaik menggapai semua yang bersama kita rindu. Kita hanya butuh terjaga ketika momentum singkat itu tiba dalam perjalanan waktu kehidupan kita.

Apa yang kita pikiran adalah apa yang kita akan lakukan. Dan apa yang kita dapatkan adalah hasil dari apa yang kita kerjakan. Untuk kemudian membentuk siklus berkesinambungan dalam memory jangka pendek dan jangka panjang. Selalu berulang mencari gagasan perbaikan terbaik dalam sejarah pribadi, masyarakat dan negeri yang kucinta Indonesia.

Untuk itu adalah kewajiban kita mulai menghargai, mendukung kebangkitan para pekerja seni seperti musisi dan penyanyi yang selalu menemani musikalitas dinamika kehidupan kita sehari-hari. Mereka adalah bagian dari spirit kebangkitan dan kejayaan sebuah bangsa. Menyatukan semua mimpi kita yang jika diberi tanggal akan bertransformasi indah menjadi cita cita bagi Indonesia yang indah, makmur, adil dan sejahtera.

Terima kasih Princess Fatin dan Kebangkitan Musikalitas Indonesia. Ayyo kita selalu suarakan dengan bangga dan lantang “No Piracy” pada dunia. Foyya …

Fatin dan Bunda Nurseha sebuah cerita di Hari Ibu

Pagi itu tanggal 22 Desember lalu, putri mungilku yang lucu itu tiba tiba menghampiri ibunya yang menjadi kecintaanya. Mencium pipinya dengan manja. Mengucapkan sepatah kata dengan pelan. “Selamat Hari Ibu ya Bu”. “Terima kasih ya”, jawabnya penuh haru. “Saatnya hadiah… dengerin semua ya”. Entah belajar dari mana ia mulai melantunkan lagu “Bunda” nya Bunda Melly Goeslaw.

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Kata mereka diriku slalu dimanja ….
(hingga selesai).

Setelah selesai bernyanyi dan mendapatkan ucapan terima kasih dan tepuk tangan kita semua ia berlari menghampiri. “Ayah kapan ya Ka Fatin nyanyikan lagu Bunda”. Itu lagu kesayangannya. Aku terdiam sesaat. Ia bertanya persis harapanku yang pernah tertulis dalam beberapa tweet. Harapan sama yang beresonansi. Semoga Dedek Fatin kelak membawakanya pada even manis tertentu, atau sekedar membawakanya di Sound Clouds nya. Dulu ketika Fatinistic bertanya lagu apa yang untuk dinyanyikan pada even request lagi di X-Factor. Saya membalasnya dengan request lagu Bunda Melly ini.

Ada juga lagu jadul “Kasih Ibu” karya SM. Mochtar yang tak pernah tua tentang Bunda yang suka dinyanyikannya. Meski ia tidak bercita cita menjadi penyanyi seperti Princess Fatinistik itu. Ia mau jadi reporter katanya. Wah inget Om Arief Firhanusa Guru Menulisku itu.

Kasih Ibu Kepada Beta
Tak Terhingga Sepanjang Masa
Hanya Memberi Tak Harap Kembali
Bagai Sang Surya Menyinari Dunia.

Walau saat tulisan ini ditulis sudah tanggal 23 menjelang 24 Desember 2013, ga telat kan nulis tentang Ibu atawe Bunda kita. Kalau sayang sama ibu cuma sekali dalam setahun sedikit sekali waktu untuk membalas kebaikannya yang luas tak berwaktu. Didalam dekapan ibu kita kita bisa menjadi diri sendiri tanpa ada rasa takut dan khawatir tida diterima. Karena Tuhan telah menanamkan banyak kasih sayang dalam hatinya. Agar cukup bagi kita untuk tumbuh menjadi besar sebagai takdir keberlangsungan sejarah kemanusiaan.

bunda

Ibu menyandang kerhormatan dan kemuliaan tiga kali lebih besar dari seorang ayah. Ia adalah tiang keluarga, masyarakat dan negara. Ditelapak kakinyalah berada syurga. Sebuah tamsil bahwa kebahagiaan perjalanan hidup seorang anak berbanding lurus dengan kelapangan hatinya. Sehingga sayang kepada ibu bukan kebutuhan ibu yang tidak pernah menagih setetespun air susunya. Yang mampu mengubah orang lain yang bukan siapa siapa kita jika pernah mengalir air susu ibu kita akan menjadi saudara kita. Berbakti pada ayah bunda adalah kebutuhan kita. Agar kebaikan yang banyak melingkupi semua sisi kehidupan kita. Atas kesukaan Tuhan yang bergantung pada kerelaan bunda.

Begitu juga ketika putri kecil kita kelak membesar. Jika ia mampu menjaga sumber cintanya dari Tuhan, Ibu sebagai mahluk yang Tuhan sayang dan keluarga serta sahabat terbaik yang ia punya. Ia mewarisi kekuatan itu untuk diberikan pada suami terkasihnya kelak. Yang bisa menjadi dirinya apa adanya dihadapan permaisurinya. Agar semua kehebatannya yang tersembunyi bisa memancar untuk memberikan manfaat kebaikan bagi sesama. Dalam peran menjadi apapun kita. Dibalik seorang laki laki yang hebat, ada wanita hebat disampingnya. Dan dibalik seorang wanita yang hebat ada seorang Ibu yang juga hebat disisinya.

Dibalik tumbuhnya Dedek Fatin menjadi sekarang, ada Bunda Nurseha yang bersahaja dengan sorot mata penuh makna. Menemaninya audisi, menguatkannya ketika bootcamp, memberinya nasehat untuk menghormati bunda Teh Ocha sebagai ibu keduanya. Menemani kemanapun ia pergi untuk setia menjaganya dalam pembuatan film, tampil mempersembahkan lagu cintanya pada Fatinistic, Fatinlover dan Musikalitas Indonesia. Tidak banyak cerita tentang pribadi Bunda Nurseha. Namun di hatinya mesti ada cinta yang dalam. Karena cinta sejati terkadang tidak perlu dijelaskan dengan kata kata. Kita hanya perlu tahu bagaimana ia bekerja memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan menjaga jiwa, akal dan raga kita.

Selamat hari Ibu semuanya, terima kasih Ibu atas semua cinta yang terlahir dari ketulusan jiwa. Bagi perjalanan panjang mencapai cita keberartian kita. Foyya …

Fatin dan makna keberartian “For You”

Beberapa hari lagi album perdana Dedek Fatin Shidqia akan dirilis Bang Sony Music. Kicauan riang Fatinistic sudah ramai terdengar ahir akhir ini. Bahkan Om Arief mengungkapkannya seperti menanti lahirnya seorang bayi “For You”. Seru, seru banget minggu ini. Single “Dia Dia Dia” juga dah diunggah ke youtube dengan latar belakang nuansa Eropa yang juga bercerita. Untung ada Alien keren @orangmars yang membantu kita nerangin emosi musikalitas tertentu yang punya makna dalem dibalik semua tempat dan peristiwa yang terbalut alunan lagu merdu Putri Fatin Fatinistic yang manis dan cantik itu.

say no piracy

Album “For You” adalah hadiah Putri Fatin yang telah lama dinanti Fatinistic diseluruh penjuru negeri. Kompilasi 12 lagu itu rencananya dirilis secara resmi tanggal 11 November 2013 yang akan datang. Satu hari setelah Hari Pahlawan 10 November. Pemegang kupon album yang akan ditukarkan di KFC dah bersiap siap menyerbu. Semoga ayama ayamnya ga pada kabur. (lucu ga ya, ah garing ya, kalau ngelucu harus berguru sama Om @morikojo neh, dia ahlinya) Ada juga keluarga besar Fatinistic yang mau beli harga aslinya saja nanti, gaya dan keren. Kerasa nuansanya seperti mau ada perhelatan dan perayaan besar. Harap cemas campur mules juga sudah diumumkan. Pertanda ada sesuatu yang istimewa pada akhirnya dan selalu begitu alur ceritanya sejak dulu.

Ada harapan tinggi suksesnya penjualan Album perdana yang diukur dengan jumlah platinum. Entah berapa ukuranya satu platinum, 150 ribu keping kalau ga salah, jika salah benerin ya. Ukuran itu dikatakan banyak orang sebagai tingkat penerimaan pasar terhadap nada indah hadiah Putri untuk kita semua. Ngga usahlah berandai jika penjualanya kecil. Percaya, berdo’a dan bersyukur atas semua hasil dari proses yang panjang itu. Kontribusi sebanyak orang yang berjuang dengan rasa sayang. Kita tidak bisa memastikan hasil yang merupakan otoritas Tuhan. Namun Tuhan mengajarkan kita untuk fokus pada proses dan memberikan usaha terhebat yang kita punya. Keindahan selalu berada dalam pertemuan keduanya. Usaha terbaik dalam proses dan doa yang tulus pada-Nya. Keduanya membentuk kecerdasan dan kekuatan spiritualitas serta melahirkan akar kebahagiaan kita. Sebuah makna keberartian.

sayang kucing

Makna indah inilah yang ga boleh hilang dalam jumlah hasil penjualan album “For You” esok hari. Karena sejatinya album itu adalah sebuah perjalanan panjang untuk cita dan cinta Fatin dan Fatinistic. Menorehkan keberartian dan kemanfaatan disebanyak orang di negeri ini. Makna itu juga yang menggerakkan niat, cita dan emosi untuk mulai memerangi musuh terbesar pekerja seni anak bangsa dalam bentuk “pembajakan”. Adakah yang lebih indah dari sebuah hadiah sederhana setelah berlelah lelah mewujudkannya?. Perjalanan yang tidak sebentar bagi keinginan berbagi dari Dedek Fatin dan Fatinistic bahkan musikalitas Indonesia. Tidak terasakah ada perbedaan baru musikalitas kita setelah hadirnya Fatin Shidqia?. Ga usah dijawab dengan kata, karena alunan merdu “Dia Dia Dia” Princess Fatinistic yang menemani tulisan ini diketik telah memberikan makna dalam jiwa.


Ingin ku bicara …
hasrat tuk mengungkapkan..
masih pantaskah ku bersamamu..
melalui hitam putih hidup ini..
saat engkau pergi telah kau bawa hati..
dan tak ada lagi yang tersisa..
dia, dia, dia telah mencuri hatiku..


Teruslah berkarya Putri belia Fatinistic yang Manis dan Cantic dan hiasilah perjalanan waktumu dengan bijak untuk dapat menyatukan semua keindahan. Janganlah pernah tergoda mengejar bayangan sendiri dan hanya kesenangan indah sesaat. Tetaplah manis bersahaja mengejar karakter kemanfaatan dan makna keberartian sebagai cita dan cinta Fatinistic dari pertama kali dulu. Hingga kebahagiaan yang dipayungi kesuksesan itu kelak hadir indah pada waktunya. Dan Kita akan terus menyuarakan SAY NO PIRACY TO THE WORLD.

Fatin dan Fatinistic Bijak, Sebuah Keluarga Terindah.

Pagi ini kulihat senyum sumringah dimana mana. U19 menang AFF atas Vietnam tadi malam. Perjuangan yang memberikan hadiah terindah buat kita semua. Walau ga lihat langsung tos tosan adu finalty dengan score akhir 7-6 untuk “Garuda Muda”. Untung ada youtube yang selalu update disetiap pagi. Kebiasaan yang selalu hadir untuk cari even penting yang selaras di hati terutama even perform Dedek Fatin Poetry Fatinistic yang ga bisa selalu diikuti secara life. Untung ada Om Kurniawan TD Omku yang baik hati sekali yang setia bekerja keras menyediakan link video terjernih nan bening jika lagi kangen ma suara Dede imut tersebut. Makasih ya Om, apalagi dengan video terakhir yang exclusive punya beliau sendiri untuk liputan Fatin di Indonesia International Motor Show di salah satu Booth merek mobil ternama (Daiihatsu-sst ini bukan iklan tapi apresiasi dah undang Putri Fatin perform).

Saat tulisan ini diketik, tersiar kabar Dedek Fatin akan terbang ke Eropa untuk syuting Film perdana “99 Cahaya di langit Eropa”, untuk memerankan dirinya sendiri bukan memerankan tokoh lain. Unik juga ya baru main film pertama terus memerankan dirinya sendiri terus hubunganya dengan narasi film nya apa? Pertanyaan itu hingga kini selalu menggelitik pikiranku. Solusinya dua. Beli bukunya yang pasti ga ada tokoh Fatin disitu. Terakhir sabar menunggu hingga launching film tersebut tiba. Ajak orang tersayang untuk nonton bareng di bioskop terdekat dan beli tiket diawal agar masih kebagian. Ga seperti film “Habibie dan Ainun” yang kemaren terlewat. Saat nya kita mulai hargai karya seni bangsa sendiri. Untuk tunjukan pada dunia kilau indah negeri katulistiwa. Semoga perjalanan si Dedek kecintaan Fatinistic itu Allah mudahkan, berikan keselamatan, keberkahan dan dimudahkan kebaikan hingga “Poetry bening yang manis dan cantik” itu kembali selamat pulang ke kampung halamannya.

Fatin
Baca Fatin tidak mau disebut artis di JPNN.COM dan apa Kata Ayah Bahari Lubis

Tulisan ini adalah tulisan perdana serial “pentingnya kita bersikap bijak”. Kenapa ini penting buat kita? Setelah menulis tentang Fatin dan Cinta pada tulisan sebelumnya hasil googling dan pengalaman banyak orang yang pernah ditanyakan tentang kata keren satu itu, mulaikah kehabisan tema cerita?. Rasanya mulai banyak mengulang kalimat yang pernah dulu terungkap. Terus tema nya apa dong? Dari saran beberapa temen dapat disimpulkan untuk bicara tentang “bijak”. Karena itulah yang Fatin dan Fatinistic butuhkan. Kita semua bukan hanya butuh emosi yang dalam dan perhatian yang nyata untuk terus mendukung Dedek Fatin meraih impiannya menjadi pribadi yang bermanfaat dan tetap bersahaja.

Kita juga butuh bersikap bijak karena angin dunia dan media yang Fatin alami semakin luas, kencang, beragam dan berisiko. Salah bicara dan posting sedikit bisa memercikan rasa ill-feel satu sama lain. ini juga menimpaku tempo hari yang agak esmosi ada orang yang mengaitkan kesertaan Fatin dalam kegiatan amal dipersepsikan berlebihan, yang justru kata kata itu malah bisa membawa Fatin dan Fatinistic pada polemik baru. Tapi sah sah aja namanya sosmed. Kita ambil sisi baiknya yang lebih universal secara bijak. Apalagi di social media dengan ruang ekspresi yang dibatasi kata kata. Yang bisa menimbulkan salah persepsi, komunikasi dan motivasi. Sesuatu yang Fatin ingatkan bahwa kita Fatinistic bukan Fans seperti yang lain. Kita adalah keluarga yang harus menghormati dan saling menyatukan. Bukan hanya sesama Fatinistic tapi juga pada sahabat pendukung idolanya yang lain.

Apapun bentuk wadahnya, tempat kita berkumpul selalu terjadi proses pembentukan(forming), badai cobaan (storming), kesepakatan norma dan nilai (norming and valuing) yang berujung pada kebermanfaatan (performing). Kabar yang indah bahwa beberapa fatinistic telah mulai merumuskan tata nilai yang akan kita sepakati, hormati dan terapkan yang berupa nilai dasar fatinistic yang bersifat universal. Suatu fondasi yang akan otomatis kita pakai ketika ada kegiataan apapun dalam keluarga fatinistic baik internal maupun eksternal berhubungan dengan masyarakat yang luas tempat kita tinggal, tumbuh, berkembang, belajar dan berbagi. Dan semua itu akan mudah terbentuk jika semua kita semua berusaha belajar dan bersikap bijak.

fatin2

Dan hari ini Fatin yang sedang terbang pun mulai mengajarkanku, mencari referensi apa itu bijak. Dari Mbah Google, kita dapat bahwa bijak adalah suatu cerminan sikap dan prilaku seseorang terhadap sesuatu yang ia lihat berdasarkan apa yang ada dipikirannya secara tepat dalam situasi dan kondisi seperti apapun dan bersifat objektif serta mampu mengambil makna/pelajaran penting dari apa yang dilakukannya. Dengan kata lain orang yang bijak adalah orang yang mampu mengambil keputusan dengan tepat baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa memihak secara adil dan objektif. (Kunjungi Web Sitenya). Lalu apa ciri cirinya?. Kira kira ada sepuluh : ketulusan, kerendahan hati, kesetiaan, berfikir positif, keceriaan, bertanggung jawab, percaya diri, kebesaran jiwa, tidak membesar-besarkan yang kecil dan sebaliknya, mampu berempaty. (klik linknya disini). Lalu apa pegangan hidup orang bijak itu? Diantaranya : memaklumi kebenaran, memiliki pengertian yang benar, mampu mengendalikan diri, hidup sesuai dengan kebutuhan, mengatur waktu dengan bijaksana, mengerti kenyataan di lingkungan, berusaha memegang kebenaran menuju kebijaksanaan (Klik linknya disini).

Semua nilai tersebut sepertinya sudah dibahas Fatinistic lainnya dalam artikel tentang sang idola. Sekali lagi ini bukan untuk memuji apalagi menuhankan Dedek Fatin seperti yang orang lain bilang karena segitu sayangnya Fatinistic pada Fatin Shidqia. Tapi ini kenyataan bahwa rasa sayang yang semoga bisa selalu sederhana itu (menyayangi dengan bijak) memang ada pada diri Fatin sebagai pemenuhan syarat seseorang itu disayang. Dan hal itu memiliki nilai nilai kebijaksanaan. Dedek Fatin tetap hidup sederhana dan sesuai kebutuhan walau jumlah nol tabungannya sudah mencapai sembilan digit (biar daku deh yang WOW), tetap menjadi anak sekolahan seperti biasa, enggan untuk dibilang artis-fatin hanya penyanyi yang banyak teman, tulus dari hati dalam bernyanyi, sayang orang tua dan semua Fatinistic. Silahkan baca lanjutan buktinya pada semua tulisan yang ada. Semua itu bermuara pada nilai-nilai kebijaksanaan. Apakah fatin sudah bijak dan Fatnistic sudah bijak. Fatinistic juga manusia. Kita bukan kumpulan orang bijak. Tapi kita bisa belajar untuk terus menjadi bijak. Hingga keluarga Fatinistic menjadi salah satu keluarga terindah yang ada dalam negeri yang banyak dihiasi keindahan.

Jadilah Fatinistic yang bijak, yang selalu menyatukan keindahan …

Fatin Bunga Rampai Cinta dari XFactor Arround The World hingga Bumi Piramida

Tadi malam mata ini berkaca kaca. Membaca sebuah info singkat. Fatin Shiqia Puteria Manis Belia itu mau konser amal di Makasar bareng Opick dan musisi lainnya. Menghimpun dana untuk kemanusiaan di Mesir. Bumi piramida. Negeri Para Nabi. Yang saat ini dirundung mendung untuk belajar memahami arti cinta dan indahnya kebersamaan, saling menghargai dan persatuan.

Kembali ku merenung akan apa arti air mata bening yang bergulir pelan dipipi. Ko mendadak mellow sih. Ini kan even biasa. Dedek Fatin kan memang manggung dimana mana. Menjalin cinta dan fatinistic dan seluruh penggemar yang selalu sayang padanya. Ditengah jadwal yang luar biasa padat agar ia tetap bisa menjadi dirinya sendiri dalam kehidupanya yang asli. Tanpa berubah menjadi orang lain. Aku masih Fatin yang dulu, Aku cuma sering muncul di layar kaca TV kita. Sebuah pribadi yang kalau kita jujur akan memantulkan sebuah pancaran cinta.

Cinta memiliki bahasa tersendiri. Memiliki gelombang unik yang bisa menyatukan orang orang yang memang pas menangkap frekuensi itu. Seperti seorang ibu yang sangat sensi ketika radar hatinya menangkap sedikit saja getaran kegalauan anaknya. Untuk membuatnya terus berdoa. Baik orang tau atau tersembunyi di tenangnya malam. Agar sampai di kehendak Tuhan lebih cepat dari takdir buruk karena kelalaian kita yang masih terus belajar. Agar buah hatinya lebih bahagia dari yang telah ia nikmati kini. Cinta tersejati yang mampu memunculkan bunga-bunga indah di persada ibu pertiwi.

Cinta juga bahasa universal yang bisa dimengerti oleh semua ras manusia dan semua makhluk ciptaan Tuhan di semesta alam yang tersedia indah untuk kebahagiaan kita. Karena cinta memancarkan keinginan membahagiakan dari jiwa di singgasana hati sekuat bekal cinta yang dimilikinya. Dari sumber cintanya. Dari Tuhan. Orang yang Tuhan cintai dan semua pekerjaan keberatian yang menambah saldo emosi sayang di hati kita dalam perjalanan waktu yang menyimpan rindu kita untuk bertemu saling membantu. Menghargai perbedaan karena warna warni ragam kehidupan adalah bagian dari keindahan itu sendiri yang ditakdirkan Tuhan. Yang cukup kita syukuri dan hormati, jalani serta berlomba berbagi saling melengkapi.

fatinmakasar

Catatan : Keinginan Dedek Fatin terlibat di acara ini murni karena rasa cintanya pada kemanusiaan mohon bagi pihak yang belum bisa berpikiran bening dan positif untuk tidak menghubung-hubungkannya dengan organisasi apapun untuk kebaikan bersama.

Jika semua itu terus berlangsung dalam alur cerita kehidupan kita. Ia akan terangkai dalam sebuah bunga rampai cinta yang indah. Terakhir adalah even XFactor Around The World. Kombinasi apik yang semua orang mengaguminya. Karakter cinta selalu menyatukan dan memberikan sebuah permadani yang menyediakan tempat bagi kesetaraan hubungan kita dengan siapapun. Menyuguhkan sebuah harmonisasi. Karena kebahagiaan itu bukan selalu berada di puncak intensitas. Ia hadir dalam kesetaraan, keseimbangan, ketulusan memberi, keseimbangan dan harmoni. Itu semua sifat cinta.

Ka Diva Anggun bilang musikalitas dihadapannya bisa menyatukan dua kultur yang berbeda karena didalamnya ada suara cinta dalam dendang dan lagu. Dalam keinginan menyuguhkan hadiah special bagi pemirsa. Itu motivasi cinta. Yang bisa menggetarkan lapisan hati dan kepribadian kita yang terdalam. Mungkin ini yang terkadang mentransmisikan emosi untuk terharu, biru, syahdu hingga kejujuran untuk bilang I Love You. Kenyataannya semua juri mengekspresikan kata itu baik kita setuju atau tidak.

Bunga rampai kedua adalah terkadang Dedek Fatin dalam memenuhi kontrak manggungnya sudah kehabisan tenaga. Keliahatan betul Putri kecapean dengan jadwal kegiatan dari pagi hingga malam. Terkadang ga tega juga melihatnya kembali walau hanya di youtube. Tapi usaha kerasnya itu menumbuhkan penghargaan. Sejatinya hati kita tidak terlalu perduli dengan kualitas jika alasnya adalah kejujuran dan keinginan sayang. Karena itulah yang kita butuhkan. Memiliki sumber cinta yang membuat cuaca hati menjadi adem. Walau terkadang kita juga jangan sampai sibuk merasakan cinta orang lain tanpa belajar dan tergerak untuk mencintai, memberi walau ia hanya sesederhana senyum yang manis.

Inilah yang membuat para Fatinistic bahu membahu membelikan sebuah microphone yang Fatin impikan. Bahkan pabriknya juga terharu. Ko ada ya fans yang segitu sayangnya sampai membelikan Mic untuk idolanya, ya saya ikut nyumbang deh. Karena Fatinistic memang sejatinya sebuah keluarga cinta. Dan cinta bukan hanya sekedar kata.

fatinmic

Puncaknya adalah tadi malam ketika mata ini sudah berat untuk membaca. Dalam kendaraan ditemani sahabat yang sudi mengemudi (bukan sopir ya, xixiixxi). Mata ini agak kaget hampir tidak percaya lihat kabar Fatin Foya manggung di Makasar dengan Opik untuk kegiatan kemanusiaan untuk Mesir. Semoga Acara di tanggal 14 September 2103 di Universitas Hasanudin itu lancar terlaksana. Amin. Sebuah kegiatan biasa bagi penyanyi, tapi bagi orang tertentu ternyata bisa bermakna dalam.

Pelajaran sejarahku tiba tiba muncul. Tokoh yang kukagumi Haji Agus Salim dengan kopyah dan jenggotnya yang khas itu tiba-tiba selalu tersenyum. Kita tahu betul bahwa bangsa Mesir lah yang pertama tama mengakui kemerdekaan RI agar kita sebagai bangsa bisa diakui dunia. Dan disanalah seorang saudagar kaya dari Palestina memberikan cek kosong untuk membantu Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, silahkan ambil dana sebutuhnya. Walau dimensi politik terkadang membuat ekspresi cinta lintas bangsa itu malu untuk kita akui karena banyak dampak dan akibatnya. Biarlah itu menjadi warna warni kehidupan, sejarah dan peradaban.

fatinamal
Klik untuk menampilkan Youtube “Kekasihmu” Fatin di Makassar untuk Mesir …
Catatan : Keinginan Dedek Fatin terlibat di acara ini murni karena rasa cintanya pada kemanusiaan mohon bagi pihak yang belum bisa berpikiran bening dan positif untuk tidak menghubung-hubungkannya dengan organisasi apapun untuk kebaikan bersama.

Akhirnya air mata inipun menetes. Seorang Puteri mungil negeri inipun ternyata mampu menginspirasikan untuk kita tidak lupakan sejarah bangsa kita. Membantu saudara kita yang masih berjuang untuk menanam cinta di jiwa jiwa masyarakatnya. Walau hanya sebuah doa, senyum, suguhan lantunan merdu penuh harapan. Semoga benturan sesama saudara di Mesir segera berakhir. Untuk kembali menjadi panorama indah dunia yang menyimpan banyak sejarah dan pelajaran berharga bagi kehidupan.

Terima kasih Puteri Fatin. Atas kesediaanmu. Keinginan besarmu yang tersembunyi dalam kemungilan dan kelucuan senyum khasmu. Bagi benih cinta di tanah kehidupan lintas bangsa dan benua. We always love you so much Princess ….

Fatin Shidqia dan Kemerdekaan Cinta

Pagi ini luar biasa. Baca kompasiana cari info tentang celoteh Fatinistic yang seru. Maklum abis lebaran masih belum selesai mendatangi sanak saudara, merjajut tali kasih sayang agar hidup berkah berumur panjang. Dua hal yang paling menonjok hatiku hingga menetes air mata haru. Liat gambar Neng Fatin hormat grak dibalik pesan persatuan di hari kemerdekaan dan penegasan jati diri Fatinistic Keluarga Cinta. Satunya lagi tulisan salah seorang suhuku Mas Arief tentang ketulusan hati Ka Indy Ayu yang memancarkan perlunya kita belajar memiliki hati bening, indah nya senyum yang tulus, sedekah berkah yang murah dan mudah. Jika cinta bergemuruh di dada. Menjadi kekuatan yang dasyat untuk bisa belajar memuliakan jiwa kita manusia.

Kabahagiaan butuh kemerdekaan. Agar hati tulus memberi. Agar senyum bisa menggurat hati. Menumpahkan hujan haru biru menyuburkan dasar jiwa dan singgasana hati. Memupuskan jerat syarat yang membuat hati menjadi pamrih atas semua hal yang kita berikan. Aku bahagia jika a,b,c hingga z. Membiarkan hati kita diremote oleh syarat yang banyak membuat jiwa menjadi mudah cemberut. Membutakan mata untuk melihat dan merasakan curahan sayang Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang tidak tehitung jumlahnya. Walau semua pohon menjadi pena dan tujuh samudra menjadi tinta.

merdeka

Memutuskan jerat jerat pamrih itu perlu perjuangan. Belajar untuk tidak mencari pujian dalam melangkah sekaligus menghalau ketakutan kita untuk takut dipuji apalagi dihina. Bisa jadi terkadang terjatuh. Bangkitlah kembali menjadi jiwa yang merdeka. Karena merdeka itu butuh perjuangan, pengorbanan, keringat, darah dan air mata. Seperti semua pahlawan yang senantiasa kita doakan. Baik yang dikenal atau tersembunyi dibalik debu debu perjuangan meraih kemerdekaan yang kita rasakan saat ini.

Sebuah senyum sederhana yang selalu Fatin usahakan tersembahkan. Dibalik peluh, lelah dan berpacunya waktu sekolah, bekerja dan mencintai sebanyak orang yang ia sayang yang bertambah banyak dari waktu ke waktu. Jelas hati ini bisa menditeksi adakah nilai ketulusan dibalik manisnya senyuman. Semua itu butuh energi cinta dan kemerdekaan jiwa. Yang hanya bisa subur dengan usaha keras, menahan kesombongan diri dan mohon doa agar Tuhan memberi arah jalan kupu kupu yang indah diatas keterbatasan dan kelemahan kita manusia.

smile

Pagi ini cerita tentang Fatin, kejujuran Mas Arief dan Ka Indy Ayu meneteskan air mata haru. Di bulan penuh anugrah agar terjadi perbaikan dan peningkatan cinta buat sesama. Di tengah hiruk pikuk teriakan “merdeka” dan kebahagiaan masyarakat Indonesia serta perjuangan cinta untuk bisa bersatu dan bersaudara bagi bumi Mesir yang pertama kali memberikan senyum pengakuan kemerdekaan yang kita nikmati hingga kini. Semoga cinta dan persatuan selalu menaungi negeri jamrud katulistiwa, tempat kita lahir, tumbuh dan meberikan karya terbaik kita sebagai anak bangsa.

Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia, Kemerdekaan Cinta dan Kebahagiaan indahnya pakaian persatuan yang begitu mahal terajut indah dari benang benang ketulusan cinta.
Jayalah Indonesiaku, Jayalah Negeriku, langgenglah cinta Fatinistic, Fatin Shidqia, Dan Musikalitas Indonesia. MERDEKA …